logo rilis
Bisnis Menyelam Dapat Tarik Wisatawan Jepang ke Indonesia
Kontributor
Taufiqurrohman
05 April 2018, 08:00 WIB
Bisnis Menyelam Dapat Tarik Wisatawan Jepang ke Indonesia
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Pelaksana Lembaga Manajemen FEB UI, Toto Pranoto, mengatakan pariwisata bawah air seperti menyelam (diving) dapat menjadi bisnis untuk menarik lebih banyak wisatawan Jepang ke Indonesia.

Dalam konferensi pers Indonesia Week 2018 di Jakarta, Rabu (4/4/2018), Toto menyebutkan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata pada 2015, jumlah wisatawan Jepang ke luar negeri sebanyak 22,5 juta orang, namun ke Indonesia hanya 2,33 persen.

"Karakteristik utama kalau ingin mengundang wisatawan Jepang adalah pantai dan laut. Mereka senang dengan 'diving', apalagi bisnis 'diving' di Indonesia tidak mengenal musim, sementara di Jepang ada empat musim," kata Toto.

Menurut Toto, devisa Indonesia dari sektor pariwisata bisa lebih tinggi lagi jika Indonesia mempromosikan dan menawarkan wisata pemandangan bawah laut selain Bali yang sudah dikenal oleh wisatawan Jepang.

Bertepatan dengan 60 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Jepang pada 2018, Pemerintah Indonesia diharapkannya semakin mengembangkan komoditas ekspor selain minyak, gas bumi, dan tambang.

Ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang menduduki peringkat ke-3 setelah Amerika Serikat dan Tiongkok.

Berdasarkan data Bank Indonesia 2015, pangsa pasar ekspor ke Jepang adalah 9,9 persen, sedikit di bawah AS 11,6 persen dan Tiongkok 10 persen.

Sementara dari sisi pariwisata, Jepang merupakan negara yang wisatawannya banyak berkunjung ke Indonesia, bersama dengan Singapura, Australia, Malaysia, dan Tiongkok.

Sebanyak 243.349 turis Jepang ke Indonesia sejak Januari hingga Juni 2016 dengan pertumbuhan minus 0,43 persen atau turun dari 244.395 turis pada periode sama 2015.

Adapun nilai investasi Jepang di Indonesia pada 2016 mencapai 5,4 miliar dolar AS, sementara hingga kuartal III 2017 telah mencapai empat miliar dolar.

Di sisi lain, indeks bisnis di Indonesia melonjak dari posisi ke-114 pada 2015 menjadi 72 pada 2017.

Inisiatif dalam mengembangkan hubungan Indonesia-Jepang yang lebih baik salah satunya adalah perayaan 60 Tahun Hubungan Indonesia-Jepang melalui gelaran Festival Indonesia Week di Nagoya, Jepang pada 28-30 April 2018.

Dalam kegiatan tersebut, Indonesia akan mempromosikan potensi pariwisata untuk menjaring wisatawan Jepang lebih banyak melalui forum promosi wisata pemda dan investor Jepang, pertemuan antarpelaku bisnis (B to B) sektor pariwisata, dan pameran produk UMKM.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)