logo rilis
Biosilika, Pupuk dari Sekam Padi Optimalkan Pertumbuhan Bawang merah
Kontributor
Elvi R
12 April 2018, 11:37 WIB
Biosilika, Pupuk dari Sekam Padi Optimalkan Pertumbuhan Bawang merah
Biosilika. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Litbang Pascapanen (BB-Pascapanen) berhasil memproduksi pupuk silika dari sekam padi yang dikenal dengan biosilika. Pupuk biosilika tersebut saat ini tengah diujicoba pada tanaman  bawang merah di Nagari Sungai Nanam, Lembah Gumanti, Solok-Sumbar yang merupakan sentra utama produksi bawang merah di Pulau Sumatera.

Sekretaris Kelompok Tani Bintang Timur Mulyadi, telah mencoba sendiri keampuhan biosilika tersebut pada tanaman bawang merahnya. “Pada umur 40-45 hari setelah tanam, tanaman bawang merah yang diberi pupuk biosilika memiliki pertumbuhan jauh lebih baik, daunnya lebih besar, jumlah anakan lebih banyak dan produksi umbi bawangnya pun meningkat," ungkapnya. 

Hal ini diamini Yeni Gusnida, S.Pt., Penyuluh Dinas Pertanian Solok, yang saat ini membantu mengamati uji coba lanjutan pupuk biosilika pada tanaman bawang merah. "Pertumbuhan bawang merah yang diberi pupuk biosilika sangat berbeda, daun bawangnya nampak lebih tegar dan ukuran daunnya lebih besar," pungkas Yeni.

Peneliti biosilika BB-Pascapanen Tatang Hidayat, M.Si., menjelaskan proses produksi pupuk biosilika dari sekam padi sangat sederhana, sehingga biaya produksi dan harga jualnya bisa lebih murah dibanding pupuk silika komersial yang sebagian besar merupakan produk impor.

"Pupuk impor harganya mencapai Rp175 ribu hingga Rp250 ribu per liter," ujar Tatang Hidayat.

Dia memperkirakan pupuk biosilika dari BB-Pascapanen bila diproduksi pada skala komersial, harga di tangan konsumen (petani) hanya sekitar Rp75 ribu per liter. Jauh di bawah harga produk komersial yang selama ini ada di pasaran yang nota-bene merupakan produk impor. 

“Kadungan silika dalam produk pupuk cair silika impor dan pupuk biosilika rata-rata sekitar 15-20 persen. Dosis pemakaian pupuk biosilika untuk tanaman bawang per hektar 0,5 hingga tiga liter, tergantung kandungan silika tanah”, ungkap Tatang.

Kepala BB-Pascapanen, Prof. Dr. Risfaheri, menuturkan biosilika dapat memacu pertumbuhan dan meningkatkan ketahanannya terhadap hama dan penyakit. Sejauh ini testimoni petani dan penyuluh serta minat masyarakat setempat terhadap penggunaan pupuk biosilika pada tanaman bawang merah sangat positif. 

"Potensi sekam padi yang ketersediaannya sangat berlimpah, selama ini lebih banyak terbuang. Setiap ton sekam padi mengandung silika sekitar 150-200 kilogram. Berkembangnya pemanfaatan biosilika dari sekam padi disamping akan mendorong peningkatan nilai ekonomi sekam padi, juga bisa menghemat devisa negara dengan pengurangan impor silika," pungkas Prof. Risfaheri.

Sumber: (Hoerudin/Balitbang)


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)