logo rilis

BIN 'Deadline' DPR Sahkan UU Terorisme Bulan Juni
Kontributor
Tari Oktaviani
19 Mei 2018, 12:01 WIB
BIN 'Deadline' DPR Sahkan UU Terorisme Bulan Juni
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Badan Intelijen Negara (BIN) berharap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah segera merampungkan RUU terorisme paling lambat bulan Juni tahun ini. Wawan beralasan, selama ini banyak aksi teror lantaran terbatasnya kewenangan aparat.

Menurutnya, terpenting saat ini adalah antisipasi pencegahannya. Sebab, pihaknya (BIN) sudah mendeteksi adanya indikasi suatu kelompok yang ingin melakukan aksi teror maka belum bisa menindaknya sebelum ada kejadian.

"Terpenting bagaimana kewenangan diberikan pada aparat karena selama ini aparat yang disalahkan. Ibarat kalau kita dicabut giginya mana bisa kita menggigit. Bahwa UU ini mengganggu kelemahan dasar dan memungkinkan kita untuk terus diserang. Saya ingin UU ini targetnnya juni bisa selesai," kata Direktur Komunikasi BIN Wawan Hari Purwanto di diskusi Warung Daun, Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Ia pun membandingan dengan negara tetangga yang jarang diserang oleh kelompok teroris. Menurutnya hal itu karena aparat penegak hukum disana bisa langsung menindaknya ketika sudah tercium indikasinya.

"Kenapa orang-orang itu beroperasi disini karena kalau di luar negeri mereka sudah bisa ditangkap sedangkan kita malah nggak bisa," paparya.

Wawan berujar, BIN memiliki banyak data terkait aksi yang direncanakan radikal. Namun begitu ia menjelaskan kesulitannya karena BIN dan aparat lainnya hanya bisa mengawasi saja. Sehingga menurutnya perlu kebijakan terkait pencegahan.

"Semua data ada tapi hanya tadi kewenangan kepangkas. Di beberapa kejadian hanya diawasi dan ditongkrongi tapi enggak bisa ditangkap. Banyak pelatihan yang setelah digrebek nggak ada senjata ditemukan lalu mereka dilepas Untuk ke depannya yang paling krusial gimana pencegahan itu," tegasnya.

Sebelumnya diketahui aksi teror marak terjadi. Pasca kerusuhan di lapas teroris Mako Brimob, tak lama kemudian terjadi aksi bom bunuh diri yang dilakukan sekeluarga di tiga gereja di Surabaya. Lalu ditemukan perakit bom yang meledak di Sidoarjo. Selang sehari, mapolrestabes Surabaya juga ikut dibom oleh terduga teroris. Tak lama kejadian di Jawa Timur, Polda Riau diserang sekelompok orang yang merupakan terduga teroris

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)