logo rilis
Bimtek Gerakan Petani Milenial: Bioindustri Padi
Kontributor
Elvi R
11 September 2019, 15:43 WIB
Bimtek Gerakan Petani Milenial: Bioindustri Padi
Bimtek Petani Milenial. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— "Petani milenial itu tidak harus yang masih muda, yang penting jiwanya milenial. Artinya petani yang selalu mau belajar demi kemajuan pertaniannya," ujar Dr. Prayudi Syamsuri, Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian pada kesempatan membuka Bimtek Gerakan Petani Milenial: Bioindustri Padi di Karawang, 11 September 2019.

Acara bimtek dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 11 - 12 September 2019 di kantor Laboratorium Mutu Beras, BB Pascapanen Karawang. Dihadiri oleh lebih dari 50 orang petani dari 4 desa yang ada di kabupaten Karawang yakni desa Medangasem, Ciptamarga, Kertajaya, dan Jayamakmur. "Bimtek bertujuan untuk menciptakan petani profesional melalui bimbingan teknis (bimtek) di sektor pertanian khususnya tentang bioindustri padi," ujar Lina Marlina, Kasi PHP kepada awak media.

Materi yang disampaikan narasumber pada acara bimtek meliputi pengolahan bekatul oleh Ira Mulyawanti, STP, M.Si untuk dibuat menjadi berbagai produk makanan fungsional seperti kukis, roti donat, brownies, minuman bekatul, serta cara membuat stabilisasi bekatul agar tahan lama dan tidak bau tengik. Selanjutnya materi tentang pembuatan biopestisida dari asap cair sekam padi disampaikan oleh Dra. Hernani, M.Sc.

Pembuatan biosilika sebagai pupuk alami dari sekam padi diberikan oleh Nurdi Setyawan, STP, MAgr dan pengolahan padi dengan penggilingan padi modern atau Rice Milling Unit (RMU) disampaikan diakhir acara oleh Dr.Ir. Ridwan Rahmat, MAgr.

Para peserta bimtek tidak hanya mendapat teori namun langsung praktek bagaimana cara membuat semua produk tersebut.

Disamping materi pengolahan dan penanganan bioindustri padi, peserta juga mendapatkan materi tentang motivasi bagaimana menciptakan inovasi-inovasi dibidang pertanian dari Kepala Dinas Pertanian Kab. Karawang, Ir. Hanafi, MM. Diharapkan peserta bimtek yang mayoritas petani padi di Kabupaten Karawang terus semangat dan mau melakukan inovasi untuk kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani. Pada tahun depan, desa Kertajaya akan dijadikan obyek wisata oleh karena itu diharapkan dengan adanya bimtek ini nanti petani dan KWT dapat menghasilkan olahan pertanian. Untuk pemasarannya akan disediakan outlet oleh Pemda.

Rahmat (ketua gapoktan), salah satu peserta bimtek mengatakan, sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian yang sudah menyelanggarakan acara ini.

"Kami yang awalnya menganggap bekatul sebagai sampah ternyata bisa diolah menjadi pangan fungsional. Ini bisa jadi prospek yang baik untuk para KWT di Karawang," ujar Rahmat.

Pada kesempatan Bimtek Gerakan Petani Milenial, juga diselenggarakan mini display (pameran mini) yang menampilkan produk2 hasil inovasi badan litbang pertanian seperti biosilika, biopestisida dari asap cair sekam padi, beras premium, tepung beras, bekatul dan produk olahannya, rice brand oil, serta briket sekam padi.

Sumber: LM/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID