logo rilis
Bila Arinal-Nunik Dilantik, Pansus Money Politics 'Masuk Angin'?
Kontributor

06 Agustus 2018, 18:03 WIB
Bila Arinal-Nunik Dilantik, Pansus Money Politics 'Masuk Angin'?
ILUSTRASI: Hafiz

RILIS.ID, Bandarlampung— Akademisi Universitas Lampung (Unila) Yusdianto mengingatkan masyarakat untuk terus mencermati kinerja Pansus Money Politics DPRD Provinsi Lampung. Yusdianto khawatir korporasi besar kembali main mata dengan Pansus.

”Yang terjadi sampai hari ini, tidak ada deadline, kapan pansus memutuskan hasil kerja terkait darurat politik uang itu. Itu sudah sinyal,” kata Yusdianto seperti disitat dari rilislampung.id, Senin (6/8/2018).

Publik, sambung Yusdianto, sangat berharap Pansus mampu menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang berdampak pada penyelesaian praktik dugaan beli suara secara konkret dan tegas. Karena ini akan menjadi cermin dalam pileg dan pilpres.

”Dan yang terpenting, Pansus harus menghasilkan kesimpulan yang berbeda karena mereka merupakan lembaga politik yang tidak menyerupai lembaga pengawas pemilu,” imbuhnya.

Nah, jika skenario ini benar-benar terjadi, sambung Yusdianto, korporasi akan memainkan kembali politik uang episode kedua guna memuluskan jalan Arinal-Nunik. Lalu kemana uang itu mengalir?

”Tentu, korporasi tak mau main tanggung. Kalau beli suara saja bisa dilakukan, apalagi cuma menyelesaikan segelintir dewan dan gubernur. Kalau pusat, situasional. Semua tergantung daerah,” tandasnya.

Kondisi-kondisi ini, lanjut dosen yang kini tengah menyelesaikan disertasi S3-nya di Universitas Padjajaran, Bandung itu, bisa dibaca ketika kerja Pansus melemah. ”Maka saya berharap, publik terus mengawal kerja Pansus,” terangnya.  

Pansus diharapkan Yusdianto bekerja di luar kepentingan golongan. Agar hasil yang dicapai benar-benar relevan dengan fakta yang ada.

”Ini dengan catatan darurat politik uang itu dianggap sebagai musibah dalam politik di Lampung. Bukan bekerja untuk kepentingan kelompok, bukan pula persoalan menang kalah,” paparnya.

Ketua Pansus Money Politics DPRD Lampung Ningrum Gumay membenarkan jika Pansus bekerja tak terbatas waktu.

”Dan Pansus juga tidak mengintervensi penyelenggara pemilu melainkan mengevaluasi kinerja KPU maupun Bawaslu Lampung. Dan banyak hal yang terjadi di lapangan juga diperhatikan, terutama aspirasi politik rakyat,” ujarnya.

"Termasuk, memanggil PT Sugar Group Companies (SGC) yang diduga terlibat dalam posisi ini. Meski pun hingga detik ini belum ada jawaban, kapan pihak SGC bersedia memberikan keterangan," ujarnya.

”Tetap target kita tuntaskan, kalau ada dugaan pelanggaran dan tindak kejahatan, maka akan direkomendasikan kepada lembaga yang berwenang,” tegasnya.

Anggota Pansus Bambang Suryadi menambahkan, pemanggilan paksa Vice President PT SGC Purwanti Lee akan tetap dipertimbangkan.

”Ya seharusnya, Purwanti Lee proaktif. Kenapa takut. Dan kalau ia tidak datang berulang kali dalam pemanggilan, tentunya kita pertanyakan dan justifikasi bahwa fakta di publik benar adanya terjadi politik uang,” tegasnya.

Jangan sampai, kata Bambang, mangkir dari panggilan tersebut menghambat kinerja Pansus yang sudah bekerja selama ini.
”Pansus akan merekomendasikan suatu hal penting. Jadi jangan sampai diabaikan,” terangnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID