logo rilis
Bikin Malu, Erros Djarot Minta Mega Beri Sanksi untuk Herman Hery
Kontributor
Nailin In Saroh
22 Juni 2018, 11:40 WIB
Bikin Malu, Erros Djarot Minta Mega Beri Sanksi untuk Herman Hery
Megawati Soekarnoputri. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Salah satu pendiri PDIP Erros Djarot, meminta kasus Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Herman Hery yang dilaporkan ke pihak kepolisian lantaran diduga terlibat aksi penganiayaan agar diusut tuntas.

Erros meminta kepada media dan fungsionaris DPP PDIP agar serius mengusut tuntas kasus anggota DPR yang melakukan perbuatan sewenang-wenang dan adikuasa.

Ia mengaku kecewa dengan tindakan Hery sebagai kader partai berlambang moncong putih yang tidak mencerminkan partai wong cilik. "Sebagai salah satu pendiri PDIP sungguh saya merasa malu," ujar Erros di Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Erros menegaskan, tindakan tersebut tak ada kaitannya dengan PDIP karena sepenuhnya hal itu merupakan kelakuan pribadi oknum. Sehingga perlu diberi sanksi.

"Kepada Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) dan Sekjen PDIP (Hasto), saya harap memberikan sanksi yang setimpal. Jangan karena yang bersangkutan sering berurusan dengan Hankam kalian bungkam," tegas Erros.

Adik kandung dari aktor Slamet Rahardjo itu juga berpesan, jika yang dilaporkan tidak melakukan tindakan penganiayaan, maka partai harus memperlakukannya dengan baik. Namun sebaliknya, jika salah maka harus ditindak tegas.

"Penting untuk dicamkan, PDIP bukan tempat preman berkumpul! Camkan itu," tandas Erros

Pada 2105 lalu, Herman Hery juga pernah memaki Kasubdit Narkoba Polda NTT, Kompol Albert Neno. Ia ketiban sial mendapat hadiah Natal yang pahit tepat pada 25 Desember 2015 malam disaat merayakan Natal bersama keluarganya.

Kompol Albert ditelpon seseorang yang memaki-makinya monyet dan bangsat berkali-kali, dan mengancam akan menghabisi nyawanya. Belakangan diketahui, orang penting yang menelponnya itu adalah anggota DPR RI, Herman Hery, melalui sambungan telpon dari nomor HP-nya.
 

Editor: Sukma Alam


komentar (0)