logo rilis

BIJB-AMAA Madinah Sepakat Optimalisasikan Pelayanan Haji 
Kontributor

14 Maret 2018, 12:40 WIB
BIJB-AMAA Madinah Sepakat Optimalisasikan Pelayanan Haji 
Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA) Madinah. FOTO: Instagram/@ wildanmaulana.id

RILIS.ID, Bandung— Sebagai bandara yang diproyeksikan bisa melayani penerbangan haji dan umrah tahun 2018 ini, PT Bandara Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) melakukan penjajakan kemitraan dengan salah satu Bandara terbaik di dunia, Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA) Madinah.

Kerjasama resiprokal tersebut dilakukan mengingat Indonesia, khususnya Jawa Barat memiliki pasar yang cukup besar, untuk mengunjungi Makkah dan Madinah di Arab Saudi.

Kerja sama tersebut dipimpin Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra, didampingi Konsulat Jenderal Ri di Jeddah, Arab Saudi, Muhamad Hery Saripudin saat melakukan kunjungan ke Bandara AMAA Madinah, Senin 12 Maret 2018 lalu.

Rombongan disambut operator bandara, yang dipimpin Managing Director Tibah Airports Operation, Sofiene Abdessalem, beserta jajaran.

"Dalam mewujudkan hal tersebut kami dengan sederhana mengusulkan beberapa konsep kerja sama terkait pelayanan penumpang haji dan umrah antara Bandara Madinah dan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati ini," ujar Virda dalam keterangan persnya yang diterima di Bandung, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya, optimalisasi kualitas pelayanan untuk penumpang haji dan umrah ini sangat dibutuhkan, mengingat jumlah pasar di Indonesia yang tidak sedikit setiap tahunnya. 

‎Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara lima besar negara terpadat di dunia, dimana jumlah penduduknya adalah 261,1 juta pada 2016, dan 85 persennya merupakan Muslim. 

Jawa Barat adalah provinsi berpenduduk paling banyak di Indonesia, dengan populasi 47 juta. 

Pemerintah Indonesia memperkirakan 17 persen orang Jawa Barat melakukan kunjungan haji setiap tahun, 20 persen lainnya melakukan ziarah kecil atau yang lazim disebut, umrah. 

Dalam pertemuan diplomasi tersebut Managing Director Tibah Airports Operation, memaparkan kenaikan jemaah asal Indonesia untuk menginjak Madinah pada 2016 untuk umrah sebanyak 188.518 orang dan haji 155.376 orang, kemudian terakhir pada 2017 jemaah umrah mencapai 335.747 orang dan jemaah yang menunaikan ibadah haji sebanyak 199.215 orang, dengan rata-rata kenaikan penumpang umroh dari Indonesia ke Madinah tumbuh 53 persen per tahunnya. 

Indonesia memberi kontribusi cukup besar pada kunjungan ke Madinah sehingga kawasan Asia Pasific menjadi traffic yang cukup sibuk yakni 31 persen dibanding empat benua lainnya,

Melihat data tersebut, untuk kemudian BIJB tindak lanjuti, salah satunya melakukan kerja sama dengan Bandara AMAA. 

"Oleh karena itu kerja sama tersebut kita lakukan. Sebab saat Kertajati beroperasi kita juga ingin melakukan pelayanan prima dan memberikan berbagai fasilitas memadai untuk kebutuhan haji dan umrah," jelas Virda.

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)