logo rilis
BI Perkirakan Suku Bunga The Fed Bisa Naik 4 Kali Tahun Ini
Kontributor
Ainul Ghurri
28 Maret 2018, 17:43 WIB
BI Perkirakan Suku Bunga The Fed Bisa Naik 4 Kali Tahun Ini
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W Martowardojo usai peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2017 di Jakarta, Rabu (28/3/2018). FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta— Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W Martowardojo menilai, ada potensi Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate/FFR) sebanyak empat kali tahun ini. 

"Kita tentu melihat, akan ada yang keempat (kenaikan FFR), tapi akan perlu dilihat lagi perkembangannya. Kalau di 2019 itu akan ada kenaikan FFR sampai dua kali," kata Agus usai peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2017 di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Meskipun begitu, tahun ini Agus optimistis potensi kenaikan FFR sebanyak tiga kali, yakni poada Maret, Juni dan Desember. "Kalau seandainya FFR dinaikkan sebanyak enam kali dari akhir 2015-Maret 2018, kita menahan suku bunga acuan BI (BI-7 Day Reverse Repo Rate/BI-7DRRR) di 4,25 persen akan sejalan dengan upaya menjaga stabilitas makro ekonomi," jelasnya. 

Upaya tersebut juga bagian dari menjaga stabilitas keuangan dan sejalan dengan upaya menjaga pemulihan ekonomi Indonesia. Apalagi, Gubernur BI yang segera jabatannya April 2018 menilai, Amerika kelihatannya tengah menuju arah perbaikan ekonomi yang cukup baik, seiring pemulihan ekonomi global yang didukung ekonomi negara maju dan berkembang.

"Kita di Maret ini juga melihat, bahwa kita belum perlu merubah stand kebijakan BI-7DRRR, kita masih menahan dan kita meyakini itu," ungkapnya.

"Jadi yang ingin saya sampaikan bahwa, BI akan terus melihat perkembangan ekonomi domestik dan dunia dan kita akan merespon berdasarkan data yang nanti kita akan kaji di rapat bulanan Mei-Juni," tambahnya. 

Selain perkembangan ekonomi global, khususnya perkebangan FFR, dari sisi domestik Bank Sentral akan menyoroti perkembangan tingkat inflasi. Pada 2017, inflasi Indonesia tercatat 3,61 persen dan tahun ini diharapkan berada di kisaran 3,5 persen. 

"Posisi BI terkait kebijakan bunga kita (BI-7DRRR) adalah netral dan kita harapkan ekonomi Nasional tetap baik. Sehingga, kalau terjadi dinamika ekonomi global, kita bisa tetap menjaga stabilitas makro ekonomi Indonesia," tandasnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)