logo rilis
Besok, KAI Operasikan Kereta Sleeper' Gambir-Surabaya
Kontributor
Fatah H Sidik
11 Juni 2018, 16:37 WIB
Besok, KAI Operasikan Kereta Sleeper' Gambir-Surabaya
Kereta sleeper. FOTO: kai.id

RILIS.ID, Jakarta— PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) bakal mengoperasikan produk layanan barunya, kereta sleeper, Selasa (12/6/2018). Kereta dengan fasilitas tempat tidur tersebut, telah diuji coba dan diserahterimakan dari PT Inka, 8 Juni 2018. 

"Kereta kelas luxury jenis sleeper ini, akan memulai tugas perdananya melayani pengguna jasa KA pada 12 Juni 2018, di rangkaian KA Argo Anggrek relasi Stasiun Gambir-Stasiun Surabaya Pasarturi (PP)," ujar Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, di Jakarta, Senin (11/6). 

Kereta sleeper yang dirangkaikan dengan KA Argo Bromo Anggrek memiliki empat perjalanan. Yakni, dua perjalanan dari Stasiun Gambir pukul 09.30 dan 21.30 serta dua perjalanan dari Stasiun Surabaya Pasarturi pukul 08.00 dan 20.00.

Harga tiketnya, dibanderol Rp900 ribu per orang. Tarif promo itu berlaku selama sebulan. Masyarakat yang ingin merasakannya, bisa memesan tiket melalui berbagai channel mulai hari ini.

Layanan eksklusif serupa kelas bisnis di pesawat, dapat dinikmati pengguna jasa kereta sleeper selama perjalanannya. Di antaranya, kursi yang dapat direbahkan 170 derajat secara elektrik, sandaran kaki elektrik, dan private entertainment berupa TV 12 inchi dengan headset.

Kemudian, USB charging power source, foldable food tray, bantal dan selimut, tempat sampah, kaca, cup holder, kompartemen untuk menyimpan alas kaki, majalah, dan coat hanger. Semuanya tersedia khusus per penumpang per kursi.

Dalam satu kereta sleeper, hanya akan terdiri dari 18 penumpang. Selain itu, pengguna jasa layanan kelas luxury jenis sleeper ini juga akan mendapat layanan makan, minum, dan snack secara gratis.

"Ini merupakan salah satu bentuk inovasi dari PT KAI untuk meningkatkan layanan. Dengan adanya layanan luxury class ini, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan kelas perjalanan sesuai dengan tarif dan pelayanannya," tutup Edi.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)