logo rilis
Besok, 10 Ribu Penjual SIM Card Akan Demo Kritik Registrasi Ulang
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
08 Mei 2018, 14:29 WIB
Besok, 10 Ribu Penjual SIM Card Akan Demo Kritik Registrasi Ulang
Telepon genggam (handphone/HP), salah satu jenis gawai (gadget). FOTO: pixabay.com

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI), Qutni Tisyari, mengatakan pihaknya akan melakukan unjuk rasa damai pada Rabu (9/5/2018) di depan Istana Negara terkait aturan registrasi ulang oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi. 

Menurutnya, pihaknya menuntut Presiden Joko Widodo untuk mencopot Rudiantara Menkominfo. 

"Peserta aksi kurang lebih 10 ribu perwakilan dari seluruh Indonesia yaitu, Banda Aceh, Batam, Pekanbaru, Padang, Medan, Lampung, Bandung, Cianjur, Garut, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Solo, Semarang, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Jabodetabek," kata Qutni melalui siaran persnya, Selasa (8/5/2018).

Qutni menjelaskan, aturan pembatasan registrasi satu NIK hanya tiga kartu perdana yang dikeluarkan oleh Kemenkominfo telah menjadi tuntutan panjang KNCI secara diplomatif kepada sejak Juli 2017 silam. 

Namun, ujarnya, kesepakatan antara KNCI dan pemerintah sampai saat ini belum membuahkan hasil.

"Target aksi KNCI mendesak presiden langsung yang menemui kami, atau negoisasinya dengan wapres, negoisasi minimal adalah dengan Kepala Staff Kepresidenan, Bapak Moeldoko," imbuhnya. 

Pihaknya, ungkap Qutni, juga meminta agar Jokowi menghapuskan aturan pembatasan registrasi mandiri satu NIK tiga kartu perdana. 

Bila tidak, lanjutnya, seluruh peserta aksi dari awal sampai selesai, akan berbaris rapi dan berlutut di depan Istana dalam keadaan pergelangan tangan serta pergelangan kaki diikat, sementara bagian mata ditutup kain  hitam. 

"Satu orang yang berlutut paling depan secara simbolis terdapat tiang dan tali gantungan bertuliskan Kemenkominfo. Tapi aksi ini merupakan unjuk rasa damai dan berkomitmen soal keamanan dan kebersihan lingkungan aksi," tandasnya. 

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


500
komentar (0)