logo rilis

Bertemu Sekjen OECD di Bali, Menpar Ingin Kerja Sama Bidang Pariwisata
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
12 Oktober 2018, 21:35 WIB
Bertemu Sekjen OECD di Bali, Menpar Ingin Kerja Sama Bidang Pariwisata
Menpar Arief Yahya. FOTO: Dok Kemenpar.

RILIS.ID, Nusa Dua— Menteri Pariwisata Arief Yahya bertemu dengan Sekjen Organization for Economic Cooperation Development (OECD), Jose Angel Guírra di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali. 

Dalam pertemuan itu, Menpar Arief yang didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Nia Niscaya, dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata Hiramsyah Thaib, membahas soal kerja sama di bidang pariwisata. 

"Pertemuan dengan OECD dilakukan untuk membicarakan perihal kerja sama dalam bidang pariwisata. Tujuannya adalah mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia," kata Menteri Arief Yahya melalui siaran persnya kepada rilis.id, Jumat (12/10/2018). 

Pertemuan ini membahas seputar pengembangan kepariwisataan Indonesia untuk kedepannya dengan bantuan expertise dari OECD. Di antaranya, terkait tiga poin utama tentang kebijakan deregulasi. 

"Tiga poin utama adalah tentang kebijakan deregulasi. Kebijakan ini semakin digalakkan untuk memudahkan ease of entering Indonesia dan ease of doing business di Indonesia," ujarnya. 

Poin kedua terkait dengan investasi dan pembiayaan. Tujuannya adalah pengembangan destinasi pariwisata untuk sustainable tourism development. Dan yang terakhir, pembahasan pengembangan SDM.

"Sumber daya manusia pariwisata di Indonesia, harus terus meningkatkan skills and competence. Tujuannya, agar para pelaku pariwisata di Indonesia bisa memiliki daya saing," ungkap dia. 

Sekjen OECD Jose Angel Guírra, menyatakan Indonesia sudah tepat memilih pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas. Sebab, pengembangan kepariwisataan di Indonesia sudah lebih hanya sekedar mengenai pariwisata saja. 

Menurut Jose, pariwisata adalah kontributor untuk peningkatan devisa, PDB dan tenaga kerja yang paling mudah dan murah.  Menurutnya, pariwisata juga sebagai faktor utama inclusive growth

"Melalui kerja sama, OECD berharap dapat membantu Indonesia. Khususnya dalam hal analisis dan riset di bidang kepariwistaaan. Tujuannya tentu untuk masa depan Indonesia yang lebih baik," papar Jose.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)