logo rilis
Bertemu Ratusan Ulama, Presiden Sebut Akan Gaet Investor Timur Tengah
Kontributor
Elvi R
06 Juni 2018, 15:37 WIB
Bertemu Ratusan Ulama, Presiden Sebut Akan Gaet Investor Timur Tengah
Peluncuran Bank Wakaf Mikro oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. FOTO: Humas OJK

RILIS.ID, Karawang— Presiden Joko Widodo mengatakan, di depan ratusan ulama, pemerintah terus berupaya menggaet sejumlah negara Timur Tengah untuk menanamkan investasi di Indonesia.

"Mereka itu (negara Timur Tengah) merupakan negara kaya, banyak berinvestasi di Amerika dan Eropa. Kenapa tidak di Indonesia," kata Jokowi saat berkunjung ke Pondok Pesantren Asshiddiqiyah III, Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/6/2018).

Dikatakannya, Indonesia berupaya membangun hubungan bilateral secara intensif dengan negara-negara Timur Tengah dan Asia Selatan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

"Kenapa (negara Timur Tengah) tidak (berinvestasi) ke Indonesia. Saya tanya, kenapa tidak ke Indonesia. Jawabannya, karena sejak dahulu kita tidak pernah silaturahmi ke wilayah negara mereka," katanya.

Atas jawaban itu, Presiden Jokowi mengaku langsung memerintahkan para menteri-nya untuk bersilaturahmi ke negara-negara Timur Tengah, minimal tiga bulan sekali mereka harus berkunjung ke negara Timur Tengah dan Asia Selatan.

Alhasil, sejumlah investasi triliunan rupiah digelontorkan oleh sejumlah negara di Timur Tengah dan Asia Selatan.

"Seperti kilang di Cilacap oleh kerja sama dengan Arab Saudi, Lalu ada di Kalimantan oleh Qatar dan Oman, UEA investasi di Kuala Tanjung. Tentu ini merupakan harapan untuk meraup keuntungan bagi bangsa Indonesia," ungkap Jokowi.

Presiden Jokowi yakin Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan perekonomian terbesar di dunia.

"Dengan stabilitas politik yang baik, pembangunan akan terus berjalan. Saya yakin pada 2045, negara kita akan masuk ke dalam jajaran empat besar ekonomi terbesar di dunia. Tentunya hambatannya memang banyak, cobaannya memang banyak. Tetapi atas izin Allah, " pungkasnya. 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)