logo rilis

Bertemu Prabowo, Siasat Ini sedang Dilakukan Luhut
Kontributor

09 April 2018, 09:17 WIB
Bertemu Prabowo, Siasat Ini sedang Dilakukan Luhut
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Asumsi publik muncul, pascapertemuan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Salah satu asumsi muncul dari pertemuan yang digelar di salah satu restoran hotel bintang lima kawasan Sudirman itu yakni soal misi Luhut dalam suksesi Jokowi dalam Pilpres 2019.

Tapi, pertemuan tersebut diklaim Luhut hanya reuni sesama alumni militer dan sebagai sahabat lama tanpa membawa misi tertentu Presiden Jokowi. Dan tak membujuk Prabowo untuk mendukung mantan Wali Kota Solo itu. 

"Kita sama-sama TNI, masih sering melakukan pertemuan. Kebetulan saja kemarin ketahuan (wartawan)," papar Luhut di Kantor DPP PDI Perjuangan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (8/4/2018).

Dalam pertemuan siang itu, sempat terkuak Luhut menyampaikan dukungan apabila Prabowo kembali mencalonkan diri sebagai capres. Namun, Luhut menepis dugaan publik bahwa dirinya mendorong Prabowo kembali bertarung pada Pilpres 2019.

"Saya enggak pernah bilang (publik) mendorong. Kalau beliau (Prabowo) mau maju, ya silakan," 

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo, menilai, pertemuan Luhut dengan Prabowo tak sekadar pertemuan biasa, ada hal luar biasa pasti diperbincangkan kedua jenderal ini.

"Ada hal luar biasa yang pasti mereka bicarakan. Tidak ujug-ujug begitu (bertemu)," paparnya saat dihubungi rilis.id, Senin (9/4/2018).  

Suko mencontohkan dugaan pembicaraan mereka di antaranya kemungkinan atensi Jokowi melalui Luhut agar Prabowo tidak gaduh, karena akhir-akhir ini pernyataan Prabowo terkait pemerintahan Jokowi cukup keras. 

"Kemungkinan lain, bisa saja ada pinangan dari Luhut untuk Prabowo menjadi cawapres Jokowi, namun ditolak oleh Prabowo," tukas dosen politik ini.

Suko menegaskan, pertemuan mesra di siang bolong itu jelas mengkonfirmasi pembicaraanya seputar Pilpres 2019. Hal itu diketahui dengan pernyataan Luhut mempersilakan mantan Danjen Kopassus, Prabowo maju sebagai capres.

"Di luar itu, apa yang menjadi pembicaraan, hanya Luhut, Prabowo dan Tuhan yang tahu," tegasnya.

Luhut Ingin Pastikan Capres Gerindra

Selain asumsi dukung-mendukung dalam Pilpres, analisa lain muncul dalam pertemuan di Restoran Sumire, Grand Hyatt, Jakarta, pada Jumat (6/4) siang itu.

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, memiliki keyakinan, Luhut sebagai representasi pemerintah itu, ingin memastikan sosok yang bakal diusung Partai Gerindra sebagai capres mendatang. 

Meski, sambungnya, akar rumput partai berlambang garuda itu mendorong sang ketua umumnya untuk segera mendeklarasikan diri. 

"Faktanya, Prabowo masih bergeming, meski dorongan kader akar rumputnya semakin besar. Sehingga Luhut memastikannya Prabowo maju atau tidak," ungkap Hendri kepada wartawan, Minggu (8/4).

Sehingga bagi Luhut, sambung Hendri, Jokowi bakal tak kewalahan jika Prabowo yang maju, karena berdasarkan hasil survei dari berbagai lembaga menyebutkan nama Jokowi masih lebih unggul dari Prabowo.  

Sedangkan hal berbeda bisa dihadapi Jokowi jika pesaingnya bukan Prabowo. Misalnya jika harus berhadapan dengan Gatot. Sebab, kata Hendri, angka survei atas sosok Gatot belum pasti dan peta kekuatan dukungan terhadap mantan panglima itu pun belum terbaca dengan jelas.

"Kalau (andaikan) saya jadi Jokowi, maka saya lebih milih lawan Prabowo karena hasil angka (survei) sudah terlihat. Jokowi sudah hafal Kemampuan dan kelemahan Pak Prabowo," tutup Hendri.

Semoga pertemuan itu tak beraroma Pilpres 2019, meski dinilai sarat dengan kepentingan politik. Bukan pula dukung-mendukung untuk posisi capres. Diharapkan pertemuan itu adalah reuni alumni militer yang peduli kondisi bangsa ini.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)