logo rilis
Bertemu Prabowo, Pengamat Politik Nilai Luhut Miliki Iktikad Baik
Kontributor
Tari Oktaviani
09 April 2018, 09:55 WIB
Bertemu Prabowo, Pengamat Politik Nilai Luhut Miliki Iktikad Baik
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Panjaitan. FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan miliki iktikad baik mendorong Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto menjadi capres.   

Menurut juga, tujuan dukungan Luhut itu ingin Jokowi dengan Prabowo kembali head to head.

"Kubu sebelah sangat berharap Gerindra usung Prabowo capres. Mengapa? Karena mereka yakin, jika lawan Prabowo, Jokowi pasti menang," kata Pangi kepada rilis.id, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Ia memandang, adanya kekhawatiran dari poros Jokowi terhadap Prabowo yang akan mengusung nama lain sebagai calon Presiden. Sebut saja mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo misalnya. Pangi menilai jika nama itu yang disodorkan maka peluang Jokowi untuk menang di Pilpres 2019 akan semakin tipis.

"Yang di khawatirkan oleh Jokowi adalah apabila Prabowo menjadi king maker. Gatot-Anies dipasang oleh Prabowo, atau Gatot-TGB. Itu buat team Jokowi enggak bisa tidur," paparnya.

Sisi lain, pengamat politik asal Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, maju atau tidaknya Prabowo sebagai capres mendatang akan tetap menaikan elektabilitas partai Gerindra. Oleh sebabnya ia mengimbau agar partai Gerindra segera bersikap.

"Kalau Prabowo maju, maka mungkin ada deal lain atau bonus yang diperoleh Prabowo, maju tapi kalah, nggak apa-apa, kalau Prabowo berdagang di situ, dan kalau Prabowo maju maka otomatis juga mengangkat elektabilitas Gerindra. Justru dengan tidak mengusung Prabowo, elektabilitas Gerindra juga makin naik, ini juga perlu di uji mazhab cotail effect tersebut," tegasnya.

Sebelumnya, kedua purnawirawan jenderal TNI tersebut diam-diam bertemu empat mata di sebuah restoran di salah satu hotel bintang lima di Jakarta, Jumat (6/4/2018). Wakil Sekjen Gerindra Andre Rosiade meyakini pertemuan empat mata itu terkait dengan gelaran Pilpres 2019.

Editor: Sukardjito


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)