logo rilis

Bertemu Djarot, Ini Harapan Tokoh Masyarakat untuk Nias
Kontributor
Elvi R
10 April 2018, 08:00 WIB
Bertemu Djarot, Ini Harapan Tokoh Masyarakat untuk Nias
Festival Budaya Nias. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Gunung Sitoli— Sejumlah tokoh masyarakat dan mantan pejabat di Kepulauan Nias mengharapkan Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat mampu memajukan sektor kepariwisataan dan perikanan di Nias.

Harapan itu disampaikan dalam pertemuan Djarot Saiful Hidayat dengan sejumlah tokoh masyarakat dan mantan pejabat Kepulauan Nias di Gunung Sitoli, Senin malam (9/4/2018).

Dalam pertemuan dan ramah tamah itu, hadir dua mantan Wakil Bupati Nias Agus Mendropa dan Tema Harefa, Wakil Bupati Nias Barat Hermit Hia, dan mantan Sekdakab Nias FG Martin.

Mantan Ephorus Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Pdt Kalebi Hia, dua mantan Bishop Gereja Amin Pdt Yasofati Gea dan Pdt Fatisochi Gea, dan Korda Kepulauan Nias PDI Perjuangan Sumut Penyabar Nakhe FG Martin Zebua.

Mantan Wakil Bupati Nias Agus Mendropa mengatakan, potensi alam di Kepulauan Nias sangat banyak, terlebih pada sektor pariwisata dan perikanan. Kedua sektor tersebut bahkan menjadi andalan di daerah kepulauan yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia tersebut.

Keberadaan dua potensi andalan Kepulauan Nias tersebut juga diakui Presiden Joko Widodo ketika berkunjung ke daerah itu pada Agustus 2016.

"Saat datang ke Nias, Pak Jokowi minta pilot untuk mengelilingi Nias selama lima menit. Hanya dalam lima menit, beliau sudah bisa memutuskan dua saja, pariwisata dan perikanan," katanya.

Agus menyebut, pengembangan dua potensi tersebut akan memberikan kemakmuran pada masyarakat. Perikanan dan pariwisata akan berdampak pada sektor ekonomi masyarakat Kepulauan Nias.

"Jadi, Nias itu bukan Nasib Ini Amat Sial, tapi Nusa Indah Andalan Sumatera," katanya.

Mantan Wakil Bupati Nias Barat Hermit Hia mengatakan, potensi perikanan di Kepulauan Nias sungguh luar biasa, bahkan lobster cukup mudah ditemukan di daerah itu.

Ketika Kepulauan Nias mengalami gempa, Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) menyadari potensi itu sehingga membangun balai benih perikanan pantai untuk menghidupkan ikan kerapu pada 2007.

Hasilnya sangat menjanjikan. "Ikannya sudah ada, tapi setelah BRR meninggalkan Nias, tidak ada dana pembinaan dari provinsi, lahannya kini menjadi hutan," ungkap Hermit.

Menanggapi hal itu, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, di Sumatera Utara ada beberapa titik potensi pariwisata yang bagus yakni Medan, Danau Toba, Karo dan Kepulauan Nias.

Pihaknya menilai, harus disiapkan program khusus agar potensi yang ada dapat dikembangkan dengan memanfaatkan anggaran dengan baik dan tepat.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)