logo rilis

Bertambah, Anggota DPRD Malang yang Ditahan KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
28 Maret 2018, 18:22 WIB
Bertambah, Anggota DPRD Malang yang Ditahan KPK
Anggota DPRD Kota Malang Suprapto (kanan) dan Wakil Ketua DPRD Kota Malang M Zainuddin AS mengenakan rompi oranye, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (28/3/2018). Dengan demikian, sudah 11 Anggota DPRD Malang yang ditahan atas kasus dugaan pembahasan APBD-P Malang 2015. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua Wakil DPRD Kota Malang, HM Zainuddin AS (MZN) dan Wiwik Hendri Astuti (WHA). Keduanya menyusul Wali Kota Malang, Mochamad Anton, yang ditahan sehari sebelumnya.

"MZN ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur. Dan WHA, juga di Rutan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK," kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Baca: Wali Kota dan 6 Anggota DPRD Malang Ditahan KPK

Selain Zainuddin dan Wiwik, KPK turut menahan tiga Anggota DPRD Malang, Salamet (SAL), Mohan Katelu (MKU), dan Suprapto (SPT). Mereka ditahan di rumah tahanan (rutan) terpisah.

"SAL di Rutan Polres Jakarta Selatan, MKU di Rutan Polres Jakarta Selatan, dan SPT di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK," terangnya.

Kelimanya ditahan untuk 20 hari pertama guna kepentingan penyidikan. Mereka ditahan setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik, hari ini.

"Ada satu tersangka tidak memenuhi panggilan KPK, yaitu SAH (Sahrawi)," tambah Febri.

KPK diketahui menetapkan Anton dan 18 Anggota DPRD Malang sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD-P 2015. Legislator yang menjadi tersangka, Zainuddin, Wiwik, Suprapto, Sahrawi, Salamet, Mohan Katelu, Sulik Lestyowati, dan Abdul Hakim. Lalu, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiana, Heri Pudji Utami, Hery Subianto, Rahayu Sugiarti, Sukarno, Ya'qud Ananda Budban, serta Abdul Rachman.

Baca: Wali Kota dan 18 DPRD Malang Jadi Tersangka

Perkara ini pengembangan dari kasus yang menjerat mantan Ketua DPRD Malang M Arief Wicaksono serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistiyono. Mereka berdua tengah menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jawa Timur.

Anton dan Jarot diduga memberi hadiah atau janji kepada Anggota DPRD Malang terkait pembahasan APBD-P Malang 2015.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)