Home » Fokus

Berkaca dari Divestasi Newmont

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

ILUSTRASI: Hafidz Faza

GURU Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mewanti-wanti Pemerintah untuk lebih hati-hati dalam proses pelepasan saham Freeport McMoran di PT Freeport Indonesia. Kasus divestasi Newmont beberapa tahun lalu harus menjadi pengalaman yang berharga.

"Pada divestasi Newmont setelah kemenangan arbitrase divestasi saham diambil oleh Pemda, namun uangnya dari pihak swasta nasional dan saham digadaikan," ujarnya.

Dalam kasus Newmont, menurutnya, Pemerintah tidak bisa mengambil kembali sahamnya karena tersandung dengan persetujuan DPR. Kasus ini akhirnya berujung di Mahkamah Konstitusi.

"Peristiwa di Newmont akan terulang kembali di Divestasi PTFI bila Presiden Jokowi tidak tegas dalam merumuskan kebijakan," lanjutnya.

Untuk itu, dia berharap Presiden Joko Widodo harus tegas dalam merumuskan kebijakan terkait pelepasan saham tersebut. "Harus ada kriteria yang jelas atas siapa yang berhak atas divestasi," lanjutnya.

Hikmahanto menjabarkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi dalam proses pelepasan saham tersebut. Pertama, menurutnya, adalah pihak yang dapat memberi kesejahteraan sebesar-besarnya kepada rakyat.

"Kedua, uang untuk membeli saham harus berasal dari milik yang akan membeli. Artinya uang tersebut bukan hasil utang atau apapun rekayasa keuangan," kata dia.

Ketiga, lanjut Hikmahanto pihak tersebut harus mampu untuk melakukan peningkatan modal saat dibutuhkan oleh PT FI. Keempat, pihak tersebut adalah bukan pihak yang terafiliasi dengan Freeport McMoran.

"Kelima, pihak tersebut memiliki kemampuan untuk mengelola perusahaan pertambangan, bahkan pada suatu saat mengoperasikan secara mandiri," tutur dia.

Ia mengatakan masalah divestasi PT FI biasanya akan menjadi kehebohan tersendiri di dalam negeri. Pihak-pihak yang berkepentingan akan saling cakar untuk mendapatkannya. Bila perlu dipolitisasi.

“Belum lagi bila ternyata Freeport McMoran akan bercokol dengan rekayasa perusahaan Indonesia yang digunakan atau dengan cara rekayasa finansial” pungkasnya.

Penulis Danial Iskandar

Tags:

fokusfreeportdivestasi sahamhikmahanto juwana

loading...