logo rilis
Berikut Alasan Anas Urbaningrum Ajukan PK
Kontributor
Tari Oktaviani
24 Mei 2018, 12:25 WIB
Berikut Alasan Anas Urbaningrum Ajukan PK
Anas Urbaningrum (kanan).

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengatakan, dirinya merasa belum mendapatkan keadilan dalam kasus yang menderanya. Dalih itu sebagai dasar permohonan peninjauan kembali (PK). 

"Saya merasa berdasarkan fakta-fakta, bukti-bukti yang terungkap di persidangan putusan yang dijatuhkan kepada saya itu jauh dari keadilan. nah karena itu sekarang lah kesempatan untuk mengajukan PK itu. mudah-mudahan lewat PK ini saya diadili," kata Anas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2018).

Mantan Ketua Umum PB HMI itu pun berharap bisa mendapat keadilan dalam permohonan PK kali ini. Selain itu, ia berharap agar putusan berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang sesungguhnya.

Anas pun meyakini PK kali ini dapat memberikan hukuman yang lebih memadai kepadanya. Bahkan ia optimis mendapat keringanan hukuman lantaran syarat dan dasar hukum diajukannya kuat.

Baca: Anas Urbaningrum Jalani Sidang Perdana PK Hari Ini

"Bismillah saya yakin, karena sekali lagi kalau dibaca dengan jernih dan objektif ya harusnya ada putusan yang adil," tegasnya.

Meski begitu Anas tak mau terlalu jauh berharap, termasuk hak politik yang dicabut untuk kemudian dipulihkan dalam PK kali ini. Ia mengatakan, pengajuan PK-nya bukan semata-mata ingin mendapatkan hak politiknya kembali.

"Yang paling pokok sekarang adalah konsentrasi untuk mencari keadilan ini buat saya kalau mendapatkan putusan yang adil itu buat saya sudah cukup kan? Jadi itu kan bukan perkara yang penting. Urusan masuk politik sesungguhnya kan juga diminta kan? Jadi untuk bisa hidup di negeri ini dengan baik dan punya kiprah, punya manfaat tidak harus menjadi politisi, boleh jadi politisi, boleh jadi petani, boleh jadi pedagang, boleh jadi nelayan, boleh jadi apa saja, boleh jadi ustad juga kan? jadi apa itu bukan poin saya. Poin saya adalah ikhtiar untuk mendapat putusan yang adil," tutupnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)