Home » Fokus

Berharap Holding BUMN Tambang

Kamis, 31/8/2017 | 21:11

ILUSTRASI: Hafidz Faza

MENTERI BUMN Rini Soemarno mengatakan, perusahaan holding BUMN tambang siap mengambil alih saham divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI). Pengambilalihan ini ditargetkan terlaksana pada akhir 2018.

"Mekanisme pengambilalihan saham divestasi Freeport sudah disiapkan, tinggal mengkalkulasi value-nya," kata Rini di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Namun penggunaan BUMN tambang ini bukan satu-satunya opsi. Menurut Rini, ada juga opsi untuk bersama-sama dengan BUMD masuk menjadi pemegang saham mayoritas di Freeport.

"Pemerintah akan duduk bersama dengan BUMD, termasuk hadirnya institusi pembiayaan dalam pembahasan pengambilalihan divestasi saham Freeport," tegasnya.

Ia menjelaskan BUMD perlu melibatkan Pemprov Papua sehingga proses pengambilalihan bisa lebih cepat dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam perjanjian divestasi.

"Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM kita usulan sekaligus. Kita mengharapkan bisa mengambil alih hingga mayoritas 51 persen," ujarnya.

Terkait pembiayaan, Rini juga mengisyaratkan bahwa BUMN siap dilibatkan terutama yang memiliki dana besar seperti BPSJ Ketenagakerjaan, termasuk konsorsium Bank-Bank BUMN, termasuk pembiayaan dari luar negeri.

"Kami mengharapkan (divestasi) penuh 51 persen, sehingga investor kita, kan kita tidak sendiri. Kita cari pendanaan. Jadi kita lebih jelas posisi kita," tegasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan masih ada 41,64 persen lagi yang bisa diserap setelah pemerintah memiliki 9,36 persen saham perusahaan asal Amerika Serikat itu.

"Yang jelas, Bu Menteri BUMN inginnya holding tambang yang ambil (divestasi Freeport)," katanya.

Kendati demikian, Harry menjelaskan untuk bisa mengambil sisa 41,64 persen divestasi saham PTFI, pemerintah pusat akan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Dengan demikian, holding tambang yang terdiri dari PT Inalum, PT Antam, PT Bukit Asam dan PT Timah, bukan satu-satunya pihak yang membeli saham Freeport. Holding tambang itu nantinya akan masuk dalam konsorsium khusus yang memang berminat untuk membeli saham Freeport.

Penulis Danial Iskandar

Tags:

fokusfreeportdivestasi sahamrini soemarnobumn tambang

loading...