logo rilis

Beredar Kabar Hoaks Ma'ruf Amin, TKN: Memang Begitu Jualan Tim Prabowo
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
15 Oktober 2018, 15:41 WIB
Beredar Kabar Hoaks Ma'ruf Amin, TKN: Memang Begitu Jualan Tim Prabowo
Ma'ruf Amin bersama Isteri. FOTO: Tribunnews.

RILIS.ID, Yogyakarta— Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin, melakukan silaturahim ke kediaman Gubernur DIY Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X di kompleks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada Senin (15/10/2018).

Di sela-sela pertemuan tersebut, Ma'ruf juga memberikan klarifikasi terkait kabar hoaks yang menimpa dirinya. Sebuah foto beredar mengenai kondisi Ma'ruf yang tengah sakit dan menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit.

"Itu 'ngaco'. Foto pada 2016 waktu cek up di rumah sakit," kata Ma'ruf kepada wartawan di Yogyakarta.

Belakangan ini, kata Ma'ruf dirinya sibuk berkeliling daerah menyapa masyarakat, seperti yang dilakukan di Yogyakarta sekarang ini.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ruhut Sitompul, kabar-kabar hoaks yang beredar tak perlu diambil pusing. Karena, memang tim seberang (Prabowo-Sandiaga) tidak ada lagi bahan jualannya selain menyebar kabar bohong.

"Karena memang cuma modal nyinyir, berita bohong dan ngebacot saja," kata Ruhut.

Menurut dia, rakyat sekarang semakin cerdas dalam menyikapi masalah ini. Apalagi, banyak kesuksesan Jokowi dalam berbagai bidang. Baru-baru ini adalah perhelatan IMF-WB di Bali kemarin.

Pada akhirnya, kubu Prabowo-Sandiaga pun semakin gusar, sehingga tim mereka akhirnya menyerang dengan cara menurunkan elektabilitas lawan dengan kabar tak valid.

"Kalau Pak Jokowi kan hasilnya sudah jelas. Kerja dia di bidang infrastruktur, ekonomi dan sosial budaya sudah terbukti. Tinggal rakyat saja, jangan membeli kucing dalam karung," ungkap dia.

Apa yang dilakukan Jokowi bersama kabinet kerja serta timnya yang selalu diimbau adalah kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Tinggal satu lagi, yakni kerja tuntas.

"Pak Jokowi kan sudah memberikan karya-karyanya ke publik, dan diakui dunia internasional," katanya.

Ruhut sebetulnya juga berharap supaya tim Prabowo-Sandiaga bisa membuat narasi politik yang cerdas, namun kalau memang tidak bisa, tentu bukanlah masalah.

"Kalau memang enggak mampu, ya tidak bisa dipaksakan juga," tutupnya.

Sebelumnya, Peneliti dari lembaga Saiful Mujani Research & Countsulting (SMRC), Saidiman Ahmad menilai, rasionalitas publik akan diuji dalam Pilpres 2019 mendatang.

Apakah publik akan cenderung melihat fakta-fakta serta rekam jejak pasangan calon. Ini berbeda dengan perhelatan pesta demokrasi pada 2014 lalu.

"Dengan adanya Jokowi selaku capres petahana maka publik cenderung akan melihat hal-hal fundamental seperti rekam jejak dan platform," kata Saidiman, kemarin.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)