logo rilis
Berebut Lahan Sepak Bola, Warga Dua Desa di Aceh Nyaris Bentrok
Kontributor

21 Oktober 2018, 10:30 WIB
Berebut Lahan Sepak Bola, Warga Dua Desa di Aceh Nyaris Bentrok
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Pidie Jaya— Warga dua gampong atau desa bertetangga di Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, nyaris bentrok akibat sengketa lahan pembangunan lapangan sepak bola.

Informasi dihimpun dari Banda Aceh, Minggu (21/10/2018), warga dua desa nyaris bentrok tersebut yakni Gampong Ujung Pie dan Gampong Sagoe.

Warga kedua gampong mengklaim pembangunan lapangan bola kaki berada di wilayah desa mereka.

Ratusan warga kedua gampong tersebut sudah berkumpul di lokasi pembangunan lapangan bola kaki yang berada di antara kedua desa tersebut sejak Jumat (19/10) malam. 

Kedatangan mereka dipicu adanya informasi tiang gawang dirusak.

Hingga Sabtu (20/10) siang, massa dari kedua gampong itu tetap bertahan. 

Mereka melakukan aksi menjurus provokasi. Bahkan massa kedua gampong nyaris bentrok.

Namun, massa yang sempat nyaris bentrok dihalau ratusan polisi dari Polres Pidie dan Brimob Polda Aceh dibantu anggota TNI. 

Bentrokan massa kedua gampong berhasil diantisipasi.

Dalam membubarkan massa, polisi mengerahkan kendaraan water cannon. Polisi juga melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata. 

Polisi juga mendirikan tenda di tengah lapangan bola untuk berjaga-jaga mengantisipasi aksi massa kedua gampong.

Kapolres Pidie, AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar mengatakan, kendati massa berkumpul, namun situasi keamanan di lokasi masih terkendali dan kondusif.

"Massa sudah ada sejak Jumat (19/10/2018) pukul 23.00 WIB. Massa berkumpul karena ada informasi tiang gawang di lapangan bola kaki dirusak. Lalu, ditanggapi masyarakat Gampong Ujung Pie dan juga direspons warga Gampong Sagoe. Petugas keamanan juga sudah berada di lokasi sejak malam," katanya, mengutip Antara.

Kapolres menyebutkan, kondisi di lapangan sempat memanas, sehingga Polres Pidie meminta bantuan satu SSK Brimob Polda Aceh dan bantuan personel Kodim 0102 Pidie.

Paginya, kondisi di lapangan sudah kondusif. Namun, saat menjelang siang Sabtu (20/10), sekelompok massa termasuk ibu-ibu dari kedua gampong mendatangi lapangan bola dan kedua pihak nyaris bentrok. 

Aparat keamanan terpaksa melepaskan tembakan ke udara serta juga menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

"Hingga kini aparat keamanan tetap disiagakan dan berjaga-jaga di lapangan bola kaki yang disengketakan untuk menjaga tetap kondusif," kata Kapolres Pidie, AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID