logo rilis

Beratnya Memberantas Narkoba di Indonesia
Kontributor

21 Maret 2018, 00:37 WIB
Beratnya Memberantas Narkoba di Indonesia
Pengungkapan kasus narkoba. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Heru Winarko menilai, "serangan" narkoba di Indonesia sangat lah bertubi-tubi. Bangsa ini benar-benar terancam bahaya laten obat-obatan terlarang. 

"Kita seperti dipukulin. Sehingga harus selalu bertahan, double cover," kata Heru di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (20/3/2018). 

Sepanjang 2017, BNN bekerja sama dengan TNI-Polri dan Bea Cukai mengungkap 46.537 kasus narkoba dan 27 kasus terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Barang bukti yang disita mencapai 4,71 ton sabu, 151,22 ton ganja, 2,9 juta ekstasi, dan 627,84 kilogram ekstasi," ungkapnya.

Karena itu, BNN terus menekan tingginya permintaan terhadap barang haram tersebut di dalam negeri. Salah satu upayanya adalah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara lain.

Hal itu dilakukan dalam konfrensi di Wina, yang mana ada 12 negara yang bekerja sama untuk penanggulangan masalah narkoba.

"Dari 12 wakil negara itu, kami berupaya menjalin kolaborasi dengan baik demi membendung aksi sindikat narkoba," tuturnya.

Di antaranya, ada Malaysia dan Singapura yang juga melakukan kerja sama dengan Indonesia. Sebab, semua pihak menyadari dampak buruknya.

"Kalau tidak diberantas bersama-sama, yang jadi korban bukan cuma WNI, tapi juga warga mereka,” katanya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)