logo rilis
Berapa Persiapan Lahan untuk Ibu Kota Baru? Begini Jawaban Bappenas...
Kontributor
Elvi R
30 Agustus 2019, 16:15 WIB
Berapa Persiapan Lahan untuk Ibu Kota Baru? Begini Jawaban Bappenas...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Polemik pemindahan ibu kota negara terus bergulir. Tidak hanya soal dana, sistem pemindahan, tapi juga kebutuhan lahan yang akan disediakan. 

Berapa kira-kira lahan yang dibutuhkan untuk pemindahan ibu kota dan berapa luas yang akan dibutuhkan? 

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut, setidaknya ada 200 ribu hektare lahan negara yang tersedia di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Lahan ini menurut Sekretaris Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan atau Bapelitbang Kabupaten Penajam Paser Utara Hadi Saputro dapat digunakan pemerintah pusat tanpa harus mengeluarkan anggaran pembebasan lahan. 

"Artinya, lahan untuk pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur yang disiapkan adalah lahan milik negara," paparnya dilansir dari Antara, di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah mengumumkan ibu kota negara akan dipindahkan, yakni sebagian di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur 

Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara berbatasan dengan Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tetapi untuk tepatnya lokasi ibu kota negara belum diketahui secara pasti.

"Belum diketahui titik pastinya lahan yang akan digunakan sebagai lokasi ibu kota negara oleh pemerintah pusat, baik di Kabupaten Penajam Paser Utara maupun di Kutai Kartanegara," ujar Hadi Saputro.

Namun, menurut dia, lahan milik negara di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara diperkirakan mencapai antara 180 ribu hingga 200 ribu hektare,

Lahan milik negara tersebut, lanjut Hadi Saputro, dikelola perusahaan swasta melalui izin hak pengusahaan hutan (HPH) maupun hutan tanaman industri (HTI), dan sudah terbentuk badan jalan dengan lebar 15 meter sampai dengan 20 meter.

Pemilik hak pengusahaan hutan di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut di antaranya adalah PT ITCI Kartika Utama dan PT Balikpapan Forest Industry.

"Lahan negara yang dikelola perusahaan swasta bisa kapan saja diambil oleh negara, apabila negara membutuhkan. Tapi belum bisa dipastikan lahan negara yang dikelola perusahaan swasta di wilayah Sepaku itu masuk perencanaan pengembangan ibu kota negara atau tidak," ujar Hadi Saputro.

Di wilayah Sepaku juga dipastikan tidak ada taman hutan rakyat (tahura), Tahura hanya ada di kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara yang berbatasan dengan Kecamatan Sepaku. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID