logo rilis
Berantas Paham Radikal, PPP: Jangan 'Pasung' Kebebasan Berpikir
Kontributor
Fatah H Sidik
04 Juni 2018, 19:46 WIB
Berantas Paham Radikal, PPP: Jangan 'Pasung' Kebebasan Berpikir
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Reli Marlinawati. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah dan pengelola kampus diminta membuat sistem ajeg serta bahan ajar dan pengawasan dalam proses belajar di kampus. Sebab, penyebaran paham radikalisme di perguruan tinggi disebut masuk level "lampu kuning".

Namun, upaya pembersihan paham radikalisme tak dimaknai dengan pemasungan kebebasan berpikir. "Kampus harus menjadi tempat persemaian kebebasan berpikir, melalui nalar yang merdeka dari berbagai tekanan dan intimdasi dari pihak manapun," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Reli Marlinawati, via siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Pihak perguruan tinggi pun diminta melakukan langkah preventif. Sebab, lebih efektif dibandingkan penindakan. "Langkah pencegahan ini harus melibatkan seluruh civitas akademika perguruan tinggi," saran Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Reni juga meminta, pihak kampus memanfaatkan momentum pendaftaran mahasiswa baru untuk menyaring calon peserta didik, agar tak terpapar paham radikalisme. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pun dapat menjadi garda terdepan, memastikan mahasiswa baru bersih dari paparan faham radikal.

"Momentum orientasi pengenalan kampus harus diarahkan pada pengenalan kampus dan memastikan, mahasiswa baru tidak terpapar paham radikalisme," tuntasnya.


500
komentar (0)