logo rilis
Beragam Alat Pelindung Diri untuk Calon Jemaah Haji
Kontributor
Ning Triasih
18 Juli 2018, 16:19 WIB
Beragam Alat Pelindung Diri untuk Calon Jemaah Haji
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Jemaah haji 2018 mendapat service menarik dari Kementerian Kesehatan. Mereka dibagikan alat pelindung diri (APD) secara cuma-cuma alias gratis.

APD sendiri sengaja disediakan Pusat Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) guna mengurangi risiko gangguan kesehatan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci akibat cuaca panas.

APD ini diharapkan selalu dibawa oleh para jemaah yang hendak melakukan aktivitas di luar pondokan selama di Tanah Suci. Lalu apa saja alat pelindung diri tersebut?

Seperti yang dijelaskan Tim Promotif Preventif (TPP) PKHI, berikut sejumlah alat pelindung yang disediakan gratis untuk para jemaah haji:

1. Payung

Kondisi cuaca yang sangat panas di Tanah Suci, payung sangatlah dibutuhkan jemaah untuk melindungi diri, terlebih saat mereka hendak melakukan aktivitas di luar ruangan.

2. Kacamata hitam

Kacamata ini berguna sebagai pelindung mata dari sinar ultraviolet.

3. Masker

Sama halnya payung dan kacamata, masker juga menjadi senjata ampuh dalam melindungi jemaah dari cuaca yang cukup ekstrem di Tanah Suci.

4. Semprotan air

Botol penyemprot air atau spray water juga sengaja disediakan guna mengantisipasi para jemaah dalam menghadapi cuaca panas musin haji tahun ini.

5. Sandal

Dalam musim haji 2018, pemerintah membagikan alas kaki alias sandal gratis. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kehilangan sandal. Bahkan, para jemaah yang kehilangan sandal bisa langsung mendapatkan secara gratis dari petugas di Tanah Suci. 

6. Kantong alas kaki

Jemaah haji seringkali lupa posisi di mana meletakkan sandal saat beribadah di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram. Karena itu, jemaah dianjurkan membawa kantong untuk meletakkan alas kaki tersebut. Jadi, tak ada lagi insiden sandal hilang atau lupa menaruhnya yang menyebabkan jemaah terpaksa 'nyeker'.

Untuk diketahui, seperti dijelaskan Kepala PKHI Eka Jusuf Singka, rata-rata suhu di Tanah Suci pada musim haji tahun ini berkisar antara 53 derajat Celsius. Hal ini berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan, di antaranya luka lepuh bahkan heatstroke. Itulah mengapa APD ini begitu penting untuk para jemaah.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)