logo rilis
Bentuk Tim Akselerasi Pembangunan Jabar, Ridwan Kamil Disoroti KPK, Kenapa?
Kontributor
Nailin In Saroh
21 Maret 2019, 23:00 WIB
Bentuk Tim Akselerasi Pembangunan Jabar, Ridwan Kamil Disoroti KPK, Kenapa?
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengkritik langkah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang membentuk Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) melalui keputusan gubernur pada November 2018. Pasalnya, dalam tim yang dipimpin Rektor Unpad Tri Hanggono itu ada beberapa nama eks timses, adik kandung serta sepupu Ridwan Kamil.

Meski Ridwan Kamil telah memastikan tim nya bekerja dengan maksimal dan profesional, namun menurut Ujang, adanya adik kandung dan sepupu Gubernur Jawa Barat tersebut masuk ke dalam Tim Akselerasi Pembangunan kuranglah begitu tepat. 

"Itu merupakan bagian dari hak Ridwan Kamil tetapi sebaiknya dihindari karena banyak pihak melihat ini bagian dari nepotisme. apabila tidak transparan akan memunculkan banyak persepsi terkait politik kepentingan bukan hanya di masyarakat tetapi pada internal pemerintahan yang dipimpin," ujar Ujang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Ujang juga menilai, meski Ridwan Kamil mengaku dapat bekerja secara profesional dalam membagi momentum antara profesi dan keluarga. Namun, tidak menampik beberapa fakta lapangan hal tersebut sulit sekali terjalin.

"Apapun alasannya. Entah karena kemampuan adiknya RK yang dianggap mampu untuk bekerja di TAP. Tetap saja masyarakat akan memandang bahwa hal tersebut bagian dari praktek menyuburkan nepotisme," tuturnya.

Putra daerah asal Jawa Barat ini pun berharap,  Gubernur Jawa Barat tersebut dapat memikirkan langkah solusi yang terbaik agar saat berjalannya TAP tersebut dapat maksimal tanpa ada kontroversi.

"Praktek-praktek yang mengarah ke nepotisme sebaiknya dihindari. Agar tidak ada konflik kepentingan. Kan bisa dicari yang lain yang lebih kompeten, berilah kesempatan," tegas Ujang.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang sudah mengingatkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil soal potensi konflik kepentingan dalam pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP). Sebab, dalam tim yang dibentuk Ridwan Kamil itu muncul nama adik kandung dan sepupunya.

"Rekomendasi KPK selalu mengingatkan untuk menghindari konflik kepentingan. Itu yang utama dalam menghindari prilaku korup," kata Saut di Jakarta, kemarin. 

Tim akselerasi yang dibentuk Emil menjadi sorotan lantaran diisi adik kandung, sepupu, serta sejumlah mantan tim suksesnya saat berlaga dalam pemilihan gubernur.

Tim itu dibentuk lewat Keputusan Gubernur Nomor 060.1/Kep.1244-Org/2018 dan diketuai oleh Rektor Universitas Padjajaran Tri Hanggono. Total ada 19 orang di dalamnya.

Adik Emil, Elpi Nazmuzzaman dan sepupunya menjabat sebagai Dewan Eksekutif TAP Jabar. Sedangkan, bekas Wakil Ketua Tim Kampanye Arfi Rafnialdi menjadi Ketua Harian TAP Jawa Barat.

Selain itu, muncul pula nama Sri Pujiyanti yang menjadi Wakil Sekretaris dan Lia Endiani dipercaya Ketua Tim Media Tim Kampanye. Keduanya kini berada dalam Dewan Eksekutif TAP Jabar.

Ridwan Kamil sendiri mengatakan tim itu bertugas memberi masukan terkait kebijakan serta memastikan visi misi gubernur berjalan lancar sesuai target.

Namun, Saut mengatakan pelibatan keluarga dalam sebuah kebijakan pemerintah bertentangan dengan azas manajemen modern. 

Dia menilai meski pembentukan tim itu telah diatur penganggarannya, tetap saja potensi konflik kepentingan tetap ada.

"Tidak melibatkan keluarga itu jadi hal penting," kata dia.

Saut mengatakan akan berkoordinasi dengan koordinator KPK wilayah Jawa Barat untuk mencermati pembentukan tim itu.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID