logo rilis
Bentangkan Kaus #2019GantiPresiden, NasDem: Asyik Lagi Panik
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
15 Mei 2018, 12:33 WIB
Bentangkan Kaus #2019GantiPresiden, NasDem: Asyik Lagi Panik
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago. FOTO: RILIS.ID/ Taufiq Saifuddin

RILIS.ID, Jakarta— Partai Nasional Demokrat (NasDem) menanggapi pernyataan calon gubernur Jawa Barat, Sudrajat yang menyinggung soal ganti presiden dan cawagubnya Ahmad Syaikhu yang membentangkan kaus "Gubernur 2018 Asyik, 2019 ganti presiden".

Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago menyebut, pasangan Asyik bermain isu tersebut dalam forum debat lantaran tengah panik. 

"Terlihat sekali paniknya. Kalau enggak panik, enggak akan gunakan hal-hal seperti itu," kata Irma kepada rilis.id, Selasa (15/5/2018). 

Anggota Komisi IX DPR RI itu menilai, apa yang dilakukan pasangan Asyik dalam forum debat cagub tersebut adalah tidak pantas. Mestinya, ujar dia, pasangan tersebut menyampaikan program-program dan gagasan agar masyarakat memahami. 

"Itu tidak pantas ya. Harusnya kan yang mereka lakukan adalah adu program, bukan adu isu murahan (2019GantiPresiden)," ujarnya. 

Irma kemudian membandingkan pasangan cagub-cawagub Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum yang didukung partainya. Menurutnya, keduanya merupakan pasangan yang cerdas, agamis dan juga santun. 

"Main di tataran program untuk rakyat bukan isu-isu murahan seperti itu," paparnya. 

Sebelumnya, debat publik putaran kedua di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok sempat menuai kericuhan. Closing statement pasangan nomor tiga yaitu Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) diakhiri dengan membentangkan kaus bertulisan 2018 Asyik menang 2019 Ganti Presiden.

Seketika, hal itu membuat pendukung pasangan lain geram. Ini juga membuat pasangan nomor urut empat yaitu Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi terhalang untuk menyampaikan closing statement.

Sementara, Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Yayat Hidayat menambahkan, jika ada yang dipersoalkan akan diselesaikan di luar forum. 

"Kita punya Bawaslu, kita bisa selesaikan dengan baik. Tolong pada masing-masing tim kampanye untuk bisa menahan diri," kata Yayat.
 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)