logo rilis

Benih Inpari 40 Mulai Dilirik Petani Bogor
Kontributor

12 April 2018, 21:22 WIB
Benih Inpari 40 Mulai Dilirik Petani Bogor
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Inpari 40 merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) padi hasil perakitan varietas dengan marka molekuler. VUB cocok ditanam pada lahan sawah dengan irigasi cukup dan terbatas, atau tadah hujan dengan potensi hasil 9,6 ton/hektare.

Pada Rabu (12/4/2018), tim BB Biogen Balitbangtan yang terdiri dari Dodin Koswanudin, Dwinita Wikan Utami, dan Ika Roostika Tambunan, berkesempatan memberikan sosialisasi tentang keunggulan Inpari 40 beserta teknis budidayanya. Sosialisasi dilakukan di Poktan Fajar Gumbira Kelurahan Margajaya Kecamatan Bogor Barat.

Pertemuan juga dihadiri Distan Kotamadya Bogor, BPSB, PPL, POPT, Babinsa dari Koramil 0604, dan petani wilayah Bogor Barat, Bogor Timur, dan Bogor Selatan. Sosialisasi budidaya dan produksi benih Inpari 40 pun disambut gembira oleh para petani.

Menurut PPL Bogor Selatan Imam, varietas Ciherang sudah mulai banyak diganti dengan varietas Inpari. Petugas PPL lainnya Yono, mengeluhkan adanya serangan wereng batang coklat dan minimnya ketersediaan benih. Diharapkan Inpari 40 dapat menggenjot produktivitas.

Sebanyak 750 kilogram benih Inpari 40 dari BB Biogen akan disebar untuk ditanam pada lahan sawah seluas 30 hektare di beberapa lokasi seperti Poktan Fajar Gumbira Kelurahan Margajaya (4 hektare), Mekartani Kelurahan Sindangbarang (5 hektare), KWT Dalima Kelurahan Situgede (3 hektare), Bina Sejahtera Kelurahan Bubulak (1 hektare) di Bogor Barat, Giat Utama Kelurahan  Cikaret (2 hektare), Mulyaharja Kelurahan Lemahduhur (2 hektare), Tampiyan Kelurahan Rancamaya (2 hektare), Kelurahan Pakuan & Cipaku (5 hektre), Bhakti Mandiri Kelurahan Kertamaya (1 hektare) di Bogor Selatan, serta di Bogor Timur (5 hektare). Sebagian dari benih tersebut atau sekitar 600 kilogram akan ditanam pada Mei 2018 dan sebagian atau 150 kilogram akan ditanam pada Juni 2018.

Wakil BPSB Kotamadya Bogor Dodo, bersedia mendampingi para petani menjadi penangkar untuk memproduksi benih Inpari 40, karena di Bogor belum ada penangkar benih. H. Aap mengatakan kesediaan beliau sebagai penangkar benih. Berdasarkan penuturan petugas POPT Kotamadya Bogor Aang, Pogram Gerakan Pengendalian Kelompok Telur Penggerek Batang oleh Pemda Provinsi Jawa Barat akan dipadukan dengan rencana penangkaran benih Inpari 40  tersebut.

Sumber: Humas Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)