logo rilis
Bendungan Retak Sebabkan Air Bah, 41 Orang di Kenya Meninggal
Kontributor
Syahrain F.
12 Mei 2018, 16:01 WIB
Bendungan Retak Sebabkan Air Bah, 41 Orang di Kenya Meninggal
Warga melihat Bendungan Patel di kota Nakuru, wilayah Great Rift Valley, yang jebol akibat hujan deras, pada  Kamis (10/5/2018). Credit: AP

RILIS.ID, Nairobi— 41 orang dipastikan tewas di Kenya setelah Bendungan Patel di kota Nakuru, wilayah Great Rift Valley, retak akibat hujan deras yang tengah melanda kawasan itu.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan 20 korban tewas adalah orang dewasa sementara 21 masih anak-anak.

Air yang meluap dari bendungan membanjiri desa-desa dan menghancurkan rumah-rumah warga pada Kamis (10/5/2018) lalu.

"Hujan mulai kemarin malam dan kemudian kami mendengar suara sesuatu pecah, dan setelah itu pun langsung banjir dan listrik padam," kata Beatrice Wanyonyi, warga desa Subukia, melansir Anadolu Agency.

"Jumlah korban tewas kemungkinan meningkat. Begitu banyak yang masih belum ditemukan," tambahnya.

Abbas Gullet, sekretaris jenderal Palang Merah Kenya mengatakan, dampak dari banjir di seluruh negeri kini telah mencapai tingkat bencana nasional.

Dampak dari kehancuran baru dapat ditaksir ketika hujan berhenti.

“Sebagian besar wilayah yang terkena dampaknya adalah mereka yang mengalami kekeringan sebelum hujan turun. Ini adalah tragedi ganda dan komunitas ini menjadi lebih rentan karena bencana berturut-turut," jelas Gullet.

Sebuah pernyataan pemerintah yang dirilis awal pekan ini mengatakan jumlah orang yang harus dipindahkan akibat banjir di Kenya adalah sebanyak 222.456. Jumlah itu kemungkinan meningkat setelah bencana yang terjadi di Nakuru.

Pemerintah Kenya sejauh ini mengeluarkan US$6 juta untuk menyediakan makanan dan obat-obatan bagi korban bencana.


500
komentar (0)