logo rilis
Benarkah Trump Memulai Perang Dagang Global?
Kontributor
Syahrain F.
13 Maret 2018, 18:47 WIB
Benarkah Trump Memulai Perang Dagang Global?
ILUSTRASI: Shutter Stock/Ian Berry

RILIS.ID, Jakarta— Analis dan Chief Market Strategist Forex Time (FXTM) Hussein Sayed menyatakan, perang dagang di tingkat global belum akan terjadi, sebagaimana dicemaskan berbagai pihak terkait kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menaikkan tarif impor untuk baja dan alumunium.

"Berita bahwa AS telah membuka jalan untuk lebih banyak pengecualian tarif baja dan alumunium mengindikasikan bahwa perang perdagangan belum akan terjadi," kata Hussein Sayed, Selasa (13/3/2018).

Menurut Hussein, hal tersebut karena target yang dituju oleh Trump pada saat ini bukanlah Kanada, Meksiko, atau Uni Eropa (UE), melainkan Republik Rakyat Cina.

Selain itu, laporan bidang ketenagakerjaan AS pada Jumat lalu berhasil mengurangi kekhawatiran tentang perang dagang, setidaknya untuk saat ini.

Sebagaimana dikutip kantor berita Reuters, Menteri Perekonomian Jerman Brigitte Zypries pada Sabtu (10/3) mengatakan, perang dagang Eropa dengan AS masih bisa dihindari.

Dia mengharapkan perundingan di antara kedua pihak di Brussel pada akhir pekan ini dapat mencegah pemanasan keadaan.

Zypries mengatakan, UE tengah berupaya menyelesaikan sengketa dagang ini melalui perundingan.

Sementara itu, Cina akan memberikan tanggapan yang diperlukan dalam perang perdagangan dengan AS, kata Menteri Luar Negeri Wang Yi pada Kamis, 8 Maret, seraya memperingatkan perang semacam itu hanya akan merugikan semua pihak.

Wang, yang berbicara di sela-sela pertemuan tahunan parlemen Cina mengatakan, Cina dan AS tidak harus menjadi saingan, dan sejarah menunjukkan perang perdagangan bukanlah cara yang benar untuk menyelesaikan masalah.

"Terutama mengingat globalisasi hari ini, memilih perang perdagangan adalah keputusan yang salah. Hasilnya hanya akan berbahaya," kata Wang.

Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Kamis lalu menegaskan, Pemerintah Indonesia siap melakukan aksi balasan apabila Trump menerapkan kebijakan perang dagang.

"Kalau dia menghalangi (crude palm oil) kita masuk ke Amerika, maka tentu kita juga mengurangi impor kedelai dan impor terigu dari Amerika Serikat. Harus begitu! Kita mengimpor kedelai, jagung, boeing, gandum. Pesawat saja ada berapa yang kita beli dari sana?" kata Wapres Kalla.

Wapres menegaskan kebijakan perang dagang yang mulai diterapkan Presiden Trump akan mendapat tentangan dari negara-negara asing.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)