logo rilis
Benarkah Ada Oknum Intelijen di Balik Aksi Terorisme?
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
17 Mei 2018, 16:00 WIB
Benarkah Ada Oknum Intelijen di Balik Aksi Terorisme?
ILUSTRAS: RILIS.ID/Dendi Supratman,

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Pimpinan Jaringan Anshorut Tauhid (JAT), Abu Bakar Ba'asyir, turut memberikan komentar atas aksi teror bom yang terjadi di Surabaya, belum lama ini.

Abdul Rochim Ba'asyir, putra kandungnya mengatakan, aksi teror bom tersebut tidak lah benar. Justru, pihak JAT mengecam keras tindakan yang malah merugikan Islam ini.

"Opo kuwi? Ora bener. (Apa-apaan itu? Enggak bener)," kata Abdul Rochim Ba'asyir, mewakili ayahnya, kepada Tribunnews di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, saat ini Islam tidak dalam kondisi terdesak, sehingga aksi penyerangan bom bunuh diri yang sampai menewaskan banyak orang, adalah hal tak benar.

"Beliau sama sekali tidak membenarkan penyerangan ini," ujarnya.

Ia meyakini, para terduga pelaku teror ini, pasti medapat perintah dari oknum Intelijen dalam negeri dan asing. Apalagi, terlihat pola serangannya yang spontan dan sporadis.

"Tidak jelas apa maunya. Kami beranggapan, ini kerjaan oknum Intelijen," tambah Abdul.

Hal ini serupa dengan pengakuan para teroris yang beraksi di Mapolda Riau pada Rabu, 16 Mei, kemarin. Di mana, mereka mengklaim mendapat sponsor dari seorang pegawai BUMN.

Melansir Liputan6, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, mengatakan mereka juga menyebutkan identitas dan tempat tinggal seorang dosen di sebuah universitas Palembang, namun gagal ditemuinya.

"Kita akan caritahu apakah ada transfer uang, atau ada saksi yang melihat donatur tersebut memberikan dana ke mereka. Termasuk identitas dosen tersebut, bisa saja nama yang disebutkan palsu dan alamat yang dimaksud adalah perkantoran," katanya Zulkarnain.

Kesaksian kedua terduga teroris tersebut, kata dia, belum bisa dianggap sebagai fakta hukum. Karena itu, perlu lebih dulu mencari bukti pendukung lainnya.


500
komentar (0)