Home » Peristiwa » Nasional

BEM UI Unjuk Rasa Tolak Pansus, Sekalian Klarifikasi Perpecahan

Jumat, 14/7/2017 | 16:17

Unjuk rasa BEM UI Kantor KPK. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat (14/7/2017) mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan dukungan kepada lembaga anti asuah tersebut. 

Dalam aksinya para peserta membawa atribut yang bertuliskan dukungan kepada KPK serta menolak Pansus KPK. Peserta juga meneriakan yel-yel. "Tolak tolak tolak pansusnya tolak pansusnya sekarang juga, tangkap tangkap tangkap Novanto, tangkap novanto sekrang juga," seru peserta aksi. 

Salah satu orator mengatakan, kedatangan mereka ke KPK untuk membuktikan bahwa mahasiswa masih mampu bergerak untuk melawan dan bersolidaritas. 

"Tidak bisa hanya dengan mengumpat di Twitter, atau hanya membuat tulisan di line, kita tunjukan bahwa kita masih ada untuk melawan, kita tunjukan di sini," pekiknya.

Sementara itu, Ketua BEM UI Muhammad Syaeful Mujab menerangkan bahwa pihaknya secara tegas menolak keberadaan pansus dan hak angket terhadap KPK. Hal tersebut juga digunakan untuk membantah pemberitaan media yang menyatakan bahwa mahasiswa UI mendukung Pansus KPK. 

Menurutnya, penyikapan politik di luar harus atas nama IKM UI. Sebagaimana tertuang pada Pasal 12 Ayat (2) UUD IKM UI Perubahan 2015, bahwa penyikapan politik luar atas nama IKM UI menjadi kewenangan Ketua BEM UI dengan mekanisme yang ditentukan bersama Ketua BEM Fakultas di UI. Sehingga, kehadiran beberapa orang mahasiswa UI pada 10 Juli 2017 lalu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pansus tersebut tidak mewakili UI melainkan mewakili dirinya sendiri. 

"Kehadiran mahasiswa UI dalam forum tersebut yang pada akhrinya menimbulkan pertanyaan terkait terpecahnya massa mahasiswa UI dalam isu Hak Angket KPK," jelasnya. 

Kemarin, lanjut Syaeful, muncul berita di berbagai kanal media tentang alumni dan mahasiswa Universitas Indonesia yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK. Pihak-pihak yang hadir dalam forum tersebut menamakan diri mereka Mahasiswa dan Alumni UI Bangkit Untuk Keadilan.

"Secara jelas kami menyatakan bahwa Ketua Iluni UI yang sah dan diakui oleh Rektorat Universitas lndonesia adalah Ir. Arief Budhi Hardono. Sehingga perkumpulan alumni yang mengatasnamakan Iluni UI selain yang diketuai beliau adalah tidak sah," ucapnya.

Penulis Henrikus Setya
Editor Yayat R Cipasang

Tags:

pansus angket kpkbem uiiluni ui

loading...