logo rilis

Belum Perlu Menerbitkan Perppu Terorisme
Kontributor

15 Mei 2018, 20:21 WIB
Belum Perlu Menerbitkan Perppu Terorisme
Terorisme. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Ternate— Presiden Joko Widodo disarankan tak mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pemberantasan Terorisme. Alasannya, DPR RI tengah menyelesaikan perubahannya.

"Yang harus dilakukan Presiden, adalah mengintensifkan komunikasi dengan pihak DPR RI, agar mereka segera menyelesaikan revisi Undang-Undang Teroris," ujar pengamat hukum Universitas Khairun (Unkhair), King Faisal Soleman, di Ternate, Maluku Utara, Selasa (15/5/2018).

Alasan lainnya, polisi langsung melakukan berbagai upaya mengantisipasi pascateror bom di Surabaya, Jawa Timur, Minggu-Senin (13-14/5). Apalagi, regulasi yang berlaku sekarang dianggapnya masih cukup memadai bagi aparat untuk melakukan deteksi dini.

Yang harus dibenahi, menurut Faisal, optimalisasi kerja sama dan koordinasi Kepolisian, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), TNI, serta instansi terkait lainnya. Sebab, hingga kini belum berjalan dengan baik dan terkesan ada ego kewenangan.

Di sisi lain, kata dia, sah-sah saja TNI dilibatkan dalam menangani teoris. Pertimbangannya, banyak yang dapat dimanfaatkan, baik deteksi dini maupun penindakan.

"Teroris bukan hanya sebagai tindakan kriminal biasa, tetapi juga merupakan tindakan yang merongrong integrasi, keutuhan, dan keamanan nasional. Jadi, TNI harus terlibat penuh dalam penanganannya," tuntas Faisal.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)