logo rilis

Belum Mandi Junub di Waktu Subuh, Puasanya Sah?
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
17 Mei 2018, 11:24 WIB
Belum Mandi Junub di Waktu Subuh, Puasanya Sah?
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.

RILIS.ID, Jakarta— Pada masa bulan suci Ramadhan ini, tentu banyak hal yang harus diperhatikan secara jeli. Jangan sampai, urusan-urusan sepele malah mengurangi pahala ibadah ini.

Termasuk bagi para pasangan suami istri. "Berhubungan" memang sudah biasa bagi mereka, namun sepanjang bulan Ramadhan, pasti ada batasan-batasannya, misal cuma boleh malam hari.

Karena, setelah fajar tiba, umat muslim yang berpuasa haruslah mampu menahan hawa nafsunya, termasuk berhubungan intim. Di mana, akan membatalkan puasa.

Terus, bagaimana kalau habis "bercinta" lupa mandi junub, batal enggak puasanya?

Marwan mengabarkan bahwa sesungguhnya Aisyah dan Ummu Salamah memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendapati waktu fajar (azan subuh) dalam kondisi junub karena berhubungan dengan istrinya maka beliau mandi dan tetap berpuasa. (HR. Bukhari)

Dalam riwayat Muslim, Aisyah dan Ummu Salamah menjawab dengan redaksi sedikit berbeda:

"Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah masuk waktu subuh dalam kondisi junub bukan karena mimpi kemudian beliau tetap berpuasa.” (HR. Muslim)

Dari dua hadis ini dan hadis-hadis lainnya, para ulama menyimpulkan bahwa seseorang yang masuk waktu subuh (mendapati fajar) dalam kondisi masih junub, puasanya tetap sah.

“Jika seseorang berhubungan dengan istrinya sebelum subuh dan ketika masuk waktu subuh, ia masih dalam kondisi junub, maka ia masih boleh melakukan puasa,” terang Imam Nawawi.

Sebagai catatan, ketika suami istri menunda mandi junub, ia disunnahkan untuk berwudhu sebelum tidur. Lalu, ketika mengetahui telah masuk fajar atau mendengar azan subuh dan masih dalam kondisi junub, hendaklah segera mandi junub agar tidak ketinggalan waktu salat.

Sumber: Bersamadakwah


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)