logo rilis
Belgian Blue, Si 'Duoble Muscle' yang Bakal Mengantarkan Indonesia Swasembada Daging
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
18 Juni 2019, 16:00 WIB
Belgian Blue, Si 'Duoble Muscle' yang Bakal Mengantarkan Indonesia Swasembada Daging
Sapi Belgian Blue. FOTO: Humas Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pertanian (Kementan) tengah serius mengembangkan pengembangbiakan sapi jenis Belgian Blue. Tak tanggung-tanggung, Kementan menargetkan akan ada 1.000 ekor pedet Belgian Blue yang lahir pada 2019 ini. 

Pengembangbiakan sapi Belgian Blue digadang-gadang bisa mengantarkan Indonesia swasembada daging sapi pada 2026. Pasalnya, jenis sapi dari Belgia ini dianggap sangat produktif dari performa postur dan pertambahan bobotnya.

Sapi Belgian Blue disebut bisa lahir dengan rata-rata 52,4 kilogram untuk yang murni dan 27-55 kilogram untuk hasil persilangan. Tak hanya itu, pertambahan berat badannya pun mencapai 1,2-1,6 kilogram/hari dengan berat jantan dewasa sekitar 1.100 sampai 1.250 ton.

Ternak ini termasuk dalam rumpun sapi potong kelompok bos taurus yang memiliki keunggulan konformasi perototan dan persentase karkas yang tinggi, yakni sekitar 20 persen.

Lalu, bagaimana perkembangan terkini mengenai pedet Belgian Blue?

"Kondisi saat ini terdapat anak Belgian Blue murni hasil trasfer embrio (TE) sebanyak 97 ekor dan persilangan Belgian Blue sebanyak 281 ekor yang berasal dari induk sapi jenis lain yakni FH (Friesian Holstein), Simmental, Limousin, Angus, PO (Peranakan Ongole), Aceh, Madura, dan Wagyu dan bunting TE (Embrio Transfer) sebanyak 140 ekor serta hasil IB (inseminasi buatan) sebanyak 326 ekor," kata Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sugiono, kepada rilis.id, Selasa (18/6/2019). 

Sugiono menuturkan, saat ini telah diproduksi semen beku Belgian Blue sebanyak  7.735 dosis di antaranya sapi Bulls Gatot Kaca atau murni Belgian Blue sebanyak 2.351 dosis dan Blue Fontain, yakni persilangan Belgian Blue sebanyak 5.384 dosis. 

Kedua semen beku itu, ujar dia, belum didistribusikan ke masyarakat karena masih dalam proses uji coba secara tertutup di 12 UPT lingkup Kementan. Hal ini, menurutnya, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sumber Daya Genetik Hewan. 

Sugiono mengungkapkan, saat ini, menurutnya, jumlah kelahiran dari hasil IB dan TE sebanyak 378 ekor dan kebuntingan dari hasil IB dan TE sebesar 466 ekor. 

"Apabila jumlah kelahiran dan kebuntingan ditambah akan menjadi 844 ekor, sehingga masih ada kekurangan sebesar 156 ekor. Oleh karena itu akhir Desember 2019 kemungkinan kelahiran 1.000 ekor tidak tercapai, karena ketersediaan akseptor dan resipien di 12 UPT lingkup Kementan sangat terbatas," ujarnya. 

Dia menilai, respons masyarakat terhadap sapi Belgian Blue sampai saat ini sangat antusias. Hal itu, lanjut dia, dibuktikan dengan tingginya minat dan permintaan akan sapi tersebut, baik ternaknya ataupun semen bekunya.

"Karena sapi Belgian Blue memiliki prosentase karkas yang tinggi dan  memiliki karakteristik double muscle. Diharapkan sapi ini dapat dikembangkan di Indonesia dan meningkatkan produktifitas ternak potong nasional," tandasnya.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID