logo rilis

Belfoods Tembus Jepang, Mendag: Akan Mudah Masuk Negara Lain
Kontributor

22 Maret 2018, 20:41 WIB
Belfoods Tembus Jepang, Mendag: Akan Mudah Masuk Negara Lain
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, sela pelepasan ekspor 6.000 nugget ke Jepang dari pabrik PT Belfoods Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/3/2018). FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Bogor— Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, berkeyakinan, produk daging ayam olahan Indonesia bakal merambah negara lain setelah Jepang. Sebab, harus melalui tahapan ketat sebelum nugget Belfoods bisa diekspor ke "Negeri Sakura".

"Jika produk nugget ayam Indonesia dapat masuk ke Jepang, nantinya akan lebih mudah untuk masuk ke negara lain," ujarnya sela pelepasan ekspor 6.000 kilogram nugget di pabrik PT Belfoods Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/3/2018).

Sebelum diperkenankan mengekspor, pemerintah Jepang terlebih dulu melakukan audit ke Belfoods pada 2015 untuk mengetahui standar mutu dan kualitas produksi. Setahun berselang, mendapatkan sertifikat untuk ekspor.

Politisi Partai NasDem ini menambahkan, setidaknya potensi pasar mancanegara ada di Afrika dan Asia. Indonesia pun memiliki kelebihan dalam komoditas pangan, diproses secara halal. "(Bikin) lebih bisa diterima dan dipercaya," jelasnya.

Menurut Enggar, Jepang menjadi tujuan ekspor karena potensi pasar produk makanan olahan berbasis unggas mencapai US$2 miliar. Tapi, sampai kini masih didominasi Cina dan Thailand.

Dia melanjutkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal mengawal proses ekspor selanjutnya. Soalnya, Presiden ingin menggenjot ekspor, selain investasi.

"Saya akan pantau terus, kalau mereka alami hambatan atau kesulitan. Tiap hambatan kita cari solusinya," janji Enggar.

Pernyataan senada dilontarkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (PKH Kementan), I Ketut Diarmita. "(Masuk) ke Jepang tidak mudah, demikian ketat. Mereka fokus terhadap produk kita," katanya pada kesempatan sama.

Ditjen PKH Kementan, kata Ketut, telah membangun ratusan Kompartemen Avian Influenza (AI) di sejumlah titik, untuk memastikan unggas di Indonesia bebas penyakit tersebut. "Tanpa ini, Jepang tidak mungkin mengakui," tegasnya.

(Mendag Enggartiasto Lukita, Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita, CEO PT Sierad Produce Tbk Tommy Wattimena, serta sejumlah pejabat Kemendag-Kementan sela pelepasan ekspor 6.000 nugget ke Jepang dari pabrik PT Belfoods Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/3/2018). FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik)

Ketut melanjutkan, berhasilnya Belfoods tembus Jepang membuktikan pemerintah, swasta, dan masyarakat sukses bersinergi dalam menjaga kesehatan unggas dan produk olahan terkait. Untuk menggenjot kualitas dan mutu panganan olahan berbasis unggas serta diterima pasar global, dia berjanji, Ditjen PKH Kementan bakal meningkatkan Kompartemen AI.

Sementara itu, CEO PT Sierad Produce Tbk, Tommy Wattimena, optimis produk Belfoods diterima masyarakat Jepang, karena sudah melakukan tes pasar sebelu??mnya. Apalagi, imbuhnya, "Akan terus mempertahankan kualitas mutu sesuai standar ekspor."

Belfoods merupakan bagian dari PT Sierad Produce Tbk, anak perusahaan Gunung Sewu Group. Dalam menjajakan produknya di Jepang, mereka mempertahankan merek dagang Belfoods.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)