logo rilis
Belasan Warga Ghouta Tewas Terbakar Senjata Kimia Rezim
Kontributor
Syahrain F.
23 Maret 2018, 20:03 WIB
Belasan Warga Ghouta Tewas Terbakar Senjata Kimia Rezim
Seorang bayi sedang mendapatkan perawatan dan suplai oksigen, di sebuah fasilitas medis di kota Douma, Ghouta Timur, Februari lalu. FOTO: Reuters/Thomson

RILIS.ID, Ghouta Timur— Lagi, serangan ganas pasukan udara rezim Suriah dilancarkan ke Ghouta Timur. Kali ini, korban jiwa merupakan 37 warga sipil yang sebagian besar terdiri dari anak-anak dan perempuan.

Aktivis kemanusiaan Pertahanan Sipil Suriah melaporkan kabar mengenaskan sekaligus menyesakkan dada. Para penduduk sipil yang tengah berlindung di bawah tanah itu dibombardir dengan bom napalm yang dilaporkan mengandung gas kimia.

"Serangan udara dilancarkan ke gudang bawah tanah di kota Arbeen malam tadi. Ada sekitar 117 hingga 125 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan tengah berlindung," ucap salah seorang aktivis bernama Izzet Muslimani, dikutip dari Al Jazeera.

Kabar mengenaskannya adalah, belasan orang di antara korban tersebut menderita luka bakar senjata kimia hingga akhirnya meregang nyawa. 

"Mereka yang masih ditangani mengalami luka bakar tingkat satu dan dua. Dengan keterbatasan penanganan darurat, jumlah korban jiwa diperkirakan bertambah," tutur Muslimani.

Aktivis lainnya, Zaher Hassoun, membenarkan bahwa pasukan udara rezim Bashar Al-Assad membombardir tempat berlindung warga itu dengan bom napalm. 

Selain itu, tentara udara rezim juga menggunakan semacam senjata berupa cairan mudah terbakar, yang apabila mengenai kulit akan melekat dan menyebabkan luka bakar yang parah. Senjata semacam itu biasa digunakan dalam peperangan.

Pada awal bulan ini, kelompok kemanusiaan yang memiliki julukan lain sebagai White Helmets itu melaporkan temuan kejahatan perang lainnya berupa penggunaan bom napalm, ditambah fosfor. Di hari-hari berikutnya kandungan senjata yang serupa juga ditemukan di lapangan.

Sejak 18 Februari, rezim Suriah yang dibantu Rusia melancarkan serangan membabi buta ke Ghouta Timur. Sejak itu hingga saat ini, dilaporkan lebih dari 1.500 rakyat sipil menjadi korban tewas.


500
komentar (0)