logo rilis
Belasan Tahun Mangkrak, Traktor Bantuan Indonesia Kini Berfungsi Lagi di Fiji
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
23 Mei 2019, 19:30 WIB
Belasan Tahun Mangkrak, Traktor Bantuan Indonesia Kini Berfungsi Lagi di Fiji
FOTO ILUSTRASI: Humas Kementan

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan), mengirimkan tenaga ahli rekayasa, yakni Dr. Astu Unadi dari Badan Litbang Pertanian Kementan ke Rapublik Fiji untuk membantu petani setempat meningkatkan hasil pertaniannya. 

Hal tersebut disampaikan Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Rapublik Fiji  Merangkap Kiribati, Nauru, dan Tuvalu, Mohammad Benyamin Scott Carnadi di Suva, Rabu (22/5/2019). 

Dijelaskan Benyamin Carnadi, Fiji merupakan negara kepulauan yang terletak di jantung lautan Pasifik dengan luas daratan 18.333 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 900 ribu orang. Kehidupan masyarakat Fiji bertumpu pada sektor pertanian dengan makanan pokoknya ketela pohon, ubi, talas dan beras.

Produksi pangan lokal yang berasal dari ubi-ubian sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal masyarakat Fiji, namun untuk beras, jumlah produksinya hanya dapat mencukupi kurang dari 10 persen dari kebutuhan nasionalnya sehingga setiap tahun harus mengimpor dari luar negeri.

Pemerintah Indonesia telah melakukan kerjasama bilateral Fiji dengan ditanda tanganinya bantuan teknis dibidang pertanian oleh Menteri Pertanian kedua negara pada tahun 2004.

Terkait dengan MoU tersebut, pada tahun 2017, Kementan telah memberikan bantuan hibah 100 unit traktor tangan berupa uang sejumlah Rp5,8 milyar rupiah kepada kementerian pertanian Fiji melalui Grant Agreement yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian kedua negara. 

Sebagai tindak lanjut dari Grand Agreement tersebut, Kementan telah mengirimkan satu orang tenaga ahli di bidang mekanisasi pertanian yaitu Dr. Astu Unadi dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Badan Litbang Kementan untuk melatih mekanisasi pertanian kepada para peneliti dan penyuluh di Kementerian Pertanian Fiji dan dan satu orang yaitu Djoko Sumianto dari Badan SDM Pertanian. 

“Para peserta sebelumnya belum pernah mendapatkan pelatihan mekanisasi sampai dengan mengatasi dan memperbaiki mesin yang rusak seperti ini. Mereka sangat antusias dan puas karena pelatihan ini merupakan hal yang baru dan memberikan keterampilan secara nyata kepada para penyuluh dan peneliti bidang budi daya serta teknisi dalam mengoperasikan, merawat dan memperbaiki traktor tangan," ujar Benyamin Carnadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Kamis (23/5/2019). 

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, Astu telah memberikan pelatihan pengoperasian, perawatan, servis dan perbaikan alat dan mesin pertanian agar para penyuluh dan peneliti pertanian Fiji memahami dan mengoprasikan mesin pertaian, merawat dan memperbaiki bila ada kerusakan sehingga mereka dapat menyuluhkannya kepada para petani Fiji.

Dalam pelatihan tersebut, telah dilakukan praktek mengoperasikan traktor tangan, merawat, dan memperbaikinya. Dalam praktek perbaikan mesin, para peserta telah dilatih untuk memperbaiki mesin diesel dari traktor roda dua buatan Indonesia yang sudah rusak, macet dan terlantar serta dibiarkan tergeletak di halaman kantor Coronivea Researh Station selama lebih dari 10 tahun.

Dengan bimbingan Astu Unadi, perekayasa dari Badan Litbang pertanian, mesin diesel penggerak traktor tangan tersebut dapat hidup dan berfungsi kembali dengan baik.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID