logo rilis
Belasan Penambang Tewas Akibat Longsor di Myanmar
Kontributor
Kurniati
15 Juli 2018, 05:00 WIB
Belasan Penambang Tewas Akibat Longsor di Myanmar
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Myanmar— Tanah longsor yang terjadi di kawasan penambangan batu giok Hpakant, menewaskan sedikit-dikitnya 15 orang dan 45 orang lain luka-luka di bagian utara Myanmar, Sabtu (14/7/2018), kata pejabat setempat.

"Penambang, yang mencari mineral berharga, terkubur lumpur akibat tanah longsor, di negara bagian Kachin, Mynamar Utara," kata Kyaw Swar Aung, administratur Hpakant.

Pencarian di kawasan Lone Khin dibatalkan setelah 15 jasad diangkat dari lumpur dan 45 orang luka dibawa ke rumah sakit terdekat, kata dia kepada Reuters lewat telepon.

"Kami menghentikan pencarian pada pukul 17.30 dan akan melanjutkan besok," kata dia, dengan menambahkan bahwa pihak berwenang mengimbau orang di kawasan itu melaporkan orang yang masih hilang.

Ia mengatakan, penambang yang terpapar tidak bekerja untuk sebuah perusahaan.

Para penambang liar sering terkena tanah lonsor di kawasan penambangan karena peraturan yang berlaku lemah.

Pada Mei, sedikitnya 14 orang penambang meninggal dalam peristiwa serupa di kawasan yang sama, dan lebih 100 orang meninggal akibat tanah longsor di Hpakant tahun 2015.

Han Thar, sekretaris partai yang berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi di Hpakant, mengatakan kepada Reuters dari dekat kawasan tanah longsor, mengatakan sejumlah orang lagi mungkin masih terkubur.

"Sekitar 100 orang mungkin di sana, dan ketika tanah runtuh ke kolam, para pekerja yang berada di air terkubur oleh tanah," sambungnya.

Global Witness, kelompok swadaya masyarakat, yang berurusan dengan lingkungan hidup, memperkirakan nilai produksi batu permata di Myanmar sekitar 31 miliar dolar AS pada 2014.

Para ahli mengatakan sebagian besar batu itu diselundupkkan ke China.

 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)