Home » Inspirasi » Opini

Belajar Memuliakan Guru dari Jepang

print this page Selasa, 28/11/2017 | 18:54

Oleh Harmoko
Penulis adalah Ketua Umum KAMMI Universitas Mataram

Jadikan setiap tempatmu sebagai sekolahmu dan jadikanlah setiap orang sebagai gurumu -- Ki Hajar Dewantara
    
BARU saja kita memperingati Hari Guru, tepat 25 November 2017 yang di antaranya dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan dan perlombaan. Warganet pun berbagi status dan purwawarupa meme di media sosial. 

Mereka begitu 'meriah' menyambut Hari Guru entah itu dengan penghayatan dan perenungan makna atau hanya sebagai kelatahan belaka.

Bila merujuk pada pendapat Ki Hajar Dewantara sejatinya siapa pun bisa jadi guru, setiap orang memiliki guru dalam kehidupan dan kita pun memiliki definisi dan penafsiran yang berbeda-beda dalam mengartikan guru. 

Ada yang mengatakan guru terbaiknya adalah kedua orang tuanya, ada juga yang mengatakan bahwa guru adalah orang-orang yang telah memberikan arti dan makna dalam kehidupannya. 
    
Siapa pun berhak untuk mendefinisikan dan menafsirakan guru itu seperti apa. Terlepas dari itu semua saya ingin menyampaikan lewat tulisan ringan ini bahwa betapa besar jasa sang guru yang telah ikut mencerdaskan anak bangsa di sekolah, madrasah, diniyah, sekolah minggu dan tempat pendidikan lainnya.

Siapa pun pernah dan pasti memiliki guru dalam kehidupannya sehingga kita bisa seperti saat ini. Itu semua berkat dedikasi yang telah dilakukan oleh sang guru tanpa mengharapkan apapun dari para murid-muridnya. 

Guru adalah saka peradaban dunia dan kita tidak bisa melupakan begitu saja jasa para guru yang telah mendidik generasi penerus bangsa. Guru itu mataharinya peradaban mereka telah banyak mencetak para penerus bangsa dan telah melahirkan para pemimpin dunia. Maka pantas ketika mengatakan bahwa guru adalah saka peradaban. 
    
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa para pahlawan. Termasuk guru, pahlawan tanpa jasa dari sekolah elite hingga guru yang mengajar para muridnya di tengah-tengah permukiman kumuh, warga terpencil dan sekolah yang tidak ada listrik dan bahkan sekolah yang tidak beratap.

Dan, guru hadir untuk melaksanakan janji para pendiri bangsa Indonesia agar kelak anak-anak bangsa Indonesia menjadi anak-anak yang cerdas dan pintar. Maka bangsa Indonesia harus memberikan perhatian yang lebih kepada para guru yang telah berdedikasi dengan ikhlas tanpa mengharapkan apa-apa kepada siapa pun yang terpenting bagi sang guru adalah lahir para pemimpin dari hasil didikan mereka. 
    
Tanpa guru tidak ada yang namanya peradaban di dunia ini. Peradaban itu lahir dan hadir di alam semesta ini ketika guru mendidik dengan sepenuh hati dan lahirlah anak-anak bangsa yang rela berkorban demi mempertahankan Tanah Air. 

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati para guru. Dan itu telah banyak buktinya bahwa bangsa yang maju karena mereka tahu bahwa jasa guru itu sangat besar dan tak bisa dihargai dengan apa pun dalam kehidupan. 

Bangsa Indonesia ini harus belajar banyak kepada Jepang yang telah sukses membangun negara. Jepang sejatinya tidak memiliki banyak kunci dalam membangun bangsanya tapi mereka hanya memiliki satu kunci yaitu menghormati dan menghargai jasa para guru. 
    
Jepang tidak memiliki trik yang banyak dalam membangun bangsanya cukup dengan meningkatkan kualitas dan memuliakan guru.

Guru menjadi salah satu profesi yang sangat sakral untuk bangsa Jepang. Guru di Jepang tidak hanya sekadar sebuah profesi belaka tapi juga sebagai tugas mulia. Karena itu profesi guru sangat dihormati.

Tags:

hari guru guruopini