Home » Fokus

Belajar dari SBY

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

FOTO: Biro Pers Setpres. ILUSTRASI: Akbar Pathur

Kedekatan ulama dan pemerintah dalam Majelis Dzikir Hubbul Wathan yang dibina langsung oleh Presiden Jokowi bukan merupakan hal yang baru dalam politik nasional. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga membina Majelis Dzikir SBY Nurussalam yang menghimpun berbagai kalangan dan ulama. 

Majelis ini digagas sejak tahun 2000, jauh sebelum SBY terpilih sebagai presiden. Pembentukannya berawal dari majelis pengajian malam Jum’at yang digelar di rumah SBY di Cikeas, Bogor. Kegiatan rutin ini terus berlanjut hingga tahun 2004 saat SBY menjadi salah satu calon presiden.

Setelah SBY menjadi Presiden dan tinggal di Istana, kegiatan zikir dialihkan ke Masjid Baiturrahim di lingkungan Istana, rutin setiap malam jum’at. Jamaah yang hadir juga semakin banyak. 

Terinspirasi dari membludaknya jamaah, SBY saat itu berinisiatif untuk menambahankan namanya, sehingga menjadi Majelis Dzikir SBY Nurussalam. Yang artinya cahaya kedamaian, cahaya keselamatan, dan pemersatu antar umat. 

Akta notaris pun dibuat, dan resmilah menjadi sebuah yayasan. Ketua dewan pembina SBY sendiri, pengawas Drs. Kurdi Musthofa, seorang staf khusus SBY, dan Habib Abdurrahman Al-Habsyi dari Kwitang. Sementara Ketua Umum adalah KH Haris Thahir dan sekretaris Edhie Baskoro Yudhoyono bersama Utun Tarunadjaja. 

Setelah itu, Majelis SBY Nurussalam disebut-sebut banyak berperan dalam menunjang kesuksesan kepresidenan SBY, terutama saat terpilih kembali pada Pilpres 2009. Yayasan majelis zikir menjadi sarana untuk merangkul ulama untuk menyatakan dukungannya kepada SBY.

Kepengurusan yayasan dibentuk di 33 provinsi. Bahkan tak jarang, hingga level kecamatan. Dengan jejaring sebesar ini, yayasan bisa mengonsolidasikan para pemuka umat Islam ke berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Di antaranya juga dengan mengadakan program umroh mereka.

Namun kiprah majelis ini bukannya tanpa citra buruk sebagai cengkeraman tangan pemerintah. Bahkan yayasan juga pernah dikaitkan dengan skandal korupsi bail-out Bank Century. PBNU saat itu pernah meminta majelis dibubarkan jika terbukti menerima aliran dana. Namun hingga saat ini, tuduhan ini tidak bisa dibuktikan.

Simak fokus lainnya tentang MAJELIS DZIKIR HUBBUL WATHON:

LAPORAN 1: Ketika Istana Berzikir
LAPORAN 2: Kemesraan Jokowi dan Ma'ruf Amin
LAPORAN 3: Jokowi Menggerus Sentimen Anti-Umat Islam
LAPORAN 4: Majelis Zikir untuk Konsolidasi Politik?
LAPORAN 5: Belajar dari SBY

Penulis Armidis Fahmi
Editor Danial Iskandar

Tags:

fokusmajelis zikirhubbul wathonpresiden sby