logo rilis

Bela Prabowo yang Kritik Media, PA 212: Mereka Tidak Jujur Sampaikan Berita
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
06 Desember 2018, 15:30 WIB
Bela Prabowo yang Kritik Media, PA 212: Mereka Tidak Jujur Sampaikan Berita
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Persaudaraan Alumni (PA) 212 membela calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang mengkritik media tidak objektif dalam menyampaikan informasi.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menyampaikan tudingan tersebut karena minimnya pemberitaan Reuni 212 yang disampaikan oleh berbagai media.

Menurut juru bicara PA 212, Novel Bamukmin, apa yang dikritik oleh Prabowo itu sudah tepat. Pasalnya, menurut dia, banyak media di Indonesia saat ini tidak jujur dalam menyampaikan informasinya kepada publik.

"Kami sesalkan media-media yang tidak memberitakan Reuni Akbar 212. Mereka tidak jujur dalam menyampaikan berita, sehingga menurunkan kepercayaan bagi masyarakat," kata Novel kepada rilis.id, Kamis (6/12/2018).

Menurut Novel, apa yang terjadi dengan media di Indonesia saat ini justru memalukan bangsa sendiri. Karena menurutnya, hal itu berbeda dengan media di luar negeri yang selalu jujur dalam menyampaikan informasi.

"Ini aib yang sangat memalukan yang mencoreng media itu sendiri dan berdampak bagi nama baik Indonesia. Karakter media di Indonesia yang tidak jujur dalam menyampaikan berita ini bisa menurunkan kepercayaan bagi masyarakat luar negeri," ujarnya.

Pria yang bisa disapa Habib Novel itu menilai, mestinya media-media di Indonesia bisa mencontoh yang ada di luar negeri. Menurutnya, media luar negeri yang justru menyampaikan pemberitaan secara jujur terkait Reuni 212.

Dia mengungkapkan, negara luar selama ini selalu kagum dengan kemajemukan masyarakat di Indonesia. Terlebih, dengan Reuni 212 yang berlangsung damai, tertib, dan bersih dengan dihadiri jutaan massa tersebut

"Media luar negeri saja bisa memberitakan secara jujur apa adanya, dan media luar justru terkagum-kagum dengan kemajemukan masyarakat Indonesia sebegitunya jutaan manusia hadir dalam cinta damai. Dan ini merupakan yang terbesar di dunia dan sangat spektakuler," tandasnya. 

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)