logo rilis

Bekatul Padi, Bahan Baku Produk Pangan Sehat dan Bergizi
Kontributor
Elvi R
05 Mei 2018, 06:00 WIB
Bekatul Padi, Bahan Baku Produk Pangan Sehat dan Bergizi
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Indonesia memiliki potensi ketersediaan bekatul padi yang tinggi. Bekatul berasal dari kulit ari butiran beras dan sebagian kecil endosperma berpati. Setiap menggiling padi menjadi beras dihasilkan 6-7 persen bekatul, yang selama ini hanya untuk pakan ternak, kini bisa diolah menjadi berbagai produk pangan yang bergizi dan menyehatkan. Produk-produk olahan bekatul telah dikenal dunia sebagai produk dengan sifat fungsional. Kandungan serat yang tinggi (20-27 persen), menjadi keunggulan tersendiri untuk mencegah penyakit kanker usus, jantung koroner, kegemukan, diabetes dan masalah pencernaan. Selain itu, bekatul juga mengandung protein, mineral, lemak tidak jenuh dan vitamin.

Balitbang Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, selama beberapa tahun terakhir telah menghasilkan berbagai teknologi untuk meningkatkan pemanfaatan bekatul sebagai produk pangan. Proses stabilisasi untuk memperpanjang umur simpan bekatul dan mencegah bau tengik, yang selama ini menjadi kendala dalam pemanfaatannya sudah dapat diatasi.

Tidak perlu khawatir dengan after taste dan aroma bekatul yang kurang enak. Dengan proses pengolahan yang tepat, sifat ini dapat diminimalisasi sehingga produk akhir yang dihasilkan tetap memiliki daya terima konsumen yang baik. Kandungan seratnya yang tinggi menyebabkan bekatul memiliki sifat memperbaiki tekstur, stabilitas, ketebalan, gelling, dan emulsifying produk yang dihasilkan, khususnya untuk produk bakery seperti roti, biskuit dan cake.
 
Dalam produk biskuit, bekatul dapat menggantikan tepung terigu hingga 40 persen dan 15 persen untuk produk roti dan cake. Tidak hanya untuk produk makanan, bekatul juga dapat dibuat menjadi produk minuman. Dengan teknologi proses yang diterapkan, bekatul dapat dijadikan minuman langsung diseduh, tanpa meninggalkan rasa kesat dikerongkongan dan dapat dikombinasikan dengan madu dan mint atau jahe untuk menghasilkan rasa enak sekaligus meningkatkan manfaat kesehatannya.

Kandungan lemak dalam bekatul padi telah pula dikaji manfaatnya. Sebesar 10-23 persen minyak terkandung dalam bekatul memiliki sifat antioksidan yang penting. Bahan-bahan fitoseutikal seperti oryzanol, lesitin, tokoferol dan tokotrienol merupakan keunggulan tersendiri dari bekatul, dan dalam dunia pangan fungsional memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Dari pada menjual bekatul padi untuk pakan ternak dengan harga hanya Rp2.000-2.500, per kilogram, kini petani dan masyarakat dapat didorong untuk menghasilkan produk-produk pangan modern dan bernilai jual tinggi sekaligus mengurangi konsumsi terigu.

Sumber: Risfaheri/Sari Intan Kailaku/Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)