logo rilis
Bekas Tambang Jadi Lahan Pertanian
Kontributor
Kurniati
25 Mei 2018, 12:54 WIB
Bekas Tambang Jadi Lahan Pertanian
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Sektor pertambangan di Bumi Etam, Samarinda, Kalimantan Timur selama ini cukup menghantui pembangunan di sektor pertanian.

Namun, berkat teknologi pertanian, lahan bekas tambang bisa dialihfungsikan menjadi ladang pertanian yang produktif. Misalnya di Kelurahan Loa Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, yang merupakan eks tambang yang cukup luas, kini bisa diolah kembali lokasi pertanian. 

Dengan potensi luas mencapai 80 hektare, Loa Bahu mulai membangkitkan kembali sektor pertaniannya.

Bahkan, pada tanam perdana di akhir 2017 lalu telah memberikan hasil yang cukup memuaskan di awal tahun ini.

Dengan dilakukannya panen perdana varietas unggul baru (VUB) padi amfibi Inpago 5 di lahan eks tambang, produktivitas yang dihasilkan mencapai 6,13 ton Gabah Kering Panen per hektre.

Varietas ini cukup adaptif dan bisa dikembangkan pada lahan eks tambang terutama di wilayah Loa Bahu. 

Saat ini, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kaltim berupaya semaksimal mungkin mengembalikan eksistensi sektor pertanian yang ada di provinsi itu.

Hal ini penting, mengingat sektor pertanian menjanjikan serta menjamin keberlangsungan hidup masyarakat.

Menurut BPTP Balitbangtan Kaltim, VUB Inpago 5 merupakan varietas padi ampibi yang dapat ditanam di lahan basah dan kering tentu sangat cocok bila dikembangkan di lokasi yang spesifik seperti eks tambang.

Kegigihan meyakinkan petani dalam memanfaatkan lahan tidur eks tambang beralih fungsi selama 20 tahun bukanlah hal yang mudah.

Namun, berkat sinergitas pemerintah pusat dan daerah serta stakeholder terkait, program Upaya Khusus (Upsus) padi jagung kedelai (Pajale) telah membuahkan hasil yang memuaskan.

Petani yang juga Ketua Kelompok Tani Suka Maju, Loa Bahu, Asikin, sangat bahagia melihat hamparan padi menguning di lahan yang selama ini terabaikan.

“Bagaikan sebuah keajaiban  setelah 20 tahun menjadi lahan tidur pada akhirnya menguning kembali. Varietas serta pola tanam jajar legowo telah terbukti menghasilkan panen yang cukup memuaskan,” ujarnya.

Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim, Muh Amin menyatakan, BPTP siap melakukan pendampingan intensif mereproduktif lahan eks tambang agar bisa kembali produktif dan menghasilkan.

Dengan menggunakan inovasi yang tepat dan spesifik lokasi, pihaknya optimis pengelolaan lahan eks tambang di Bumi Etam bisa membawa kebangkitan sektor pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Semangat kesuksesan masa tanam (MT-1) periode Oktober Maret (OKMAR) 2017-2018 mampu mendorong peningkatan Indeks Pertanaman dari 100 menjadi 200 dan menambah luas areal pengembangan sawah di tahun ini," pungkasnya.

Sumber: Ekayujaya, Margaretha


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)