logo rilis

Begini Suka Cita Dokter Tangani Pasien
Kontributor
Budi Prasetyo
18 Agustus 2018, 15:00 WIB
Begini Suka Cita Dokter Tangani Pasien
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Surabaya— Bagi dokter Hafid, menjadi tenaga medis memang panggilan jiwa. 

Semua itu dijalani dengan ikhlas, sehingga selalu bersungguh-sungguh dalam melayani pasien. 

"Banyak sukanya daripada dukanya. Sukanya karena kita bisa menjadi lebih berguna bagi orang lain. Secara langsung menyentuh kehidupan mereka," katanya ditemui di Surabaya, Sabtu (18/8/2018).

Menurut Hafid, dokter lebih mirip dengan pengacara, yang harus memahami kebutuhan pasien. 

"Saya baru paham, dokter itu semacam advokat bagi pasien loh. Dokter bisa paham kebutuhan kebutuhan Indonesia dividual pasien," katanya.  

"Dokter juga bisa jadi "wakil rakyat," yang menyuarakan kebutuhan kebutuhan pasien. Saya sendiri melihat, bahwa kebutuhan pasien adalah kebutuhan dokter juga," tambahnya. 

Dalam bekerja dan melayani pasiennya, dokter Hafid juga tidak selalu melihat materi yang didapatnya. Besar atau kecilnya gaji dia terima dengan ikhlas. 

"Karena suatu saat dokter bisa jadi pasien. Makanya, usaha kita menolong orang lain, ibarat kita menolong diri kita sendiri. Perbuatan baik pasti dibalas Allah. Kalau tidak yakin soal ini, biasanya akan timbul duka. Mungkin saya sendiri mulai menghitung berapa bayaran yang saya dapat," katanya. 

Dia berharap, pemerintah kelak akan menanggung gaji semua dokter dan memperbaiki layanan asuransi. 
Sehingga, penanganan terhadap pasien akan maksimal. 

"Jadi kerja nggak loss, gitu. Makanya saya lebih setuju bahwa gaji dokter harus ditanggung negara, dan jangan pasang tarif langsung buat pasien. Mestinya sistem asuransi negara kita ini sudah bagus. Hanya pengelolaannya yang belum tulus. Jadinya belum maksimal untuk kesejahteraan dokter dan pasien," pungkasnya. 

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)