logo rilis

Begini Solusi Kurangi Impor
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
08 April 2018, 06:07 WIB
Begini Solusi Kurangi Impor
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin, meminta kepada pemerintah agar pembentukan Badan Pangan Nasional (BPN) segera direalisasikan. 

Menurutnya, pemerintah harus segera menyelesaikan pembagian fungsi dan wewenang antara Kementerian Perdagangan dan BPN yang akan diatur dalam Rancangan Perpres Tentang BPN. 

"Dengan dibentuknya BPN, diharapkan segera menyesaikan permasalahan impor," kata dia dalam siaran pers yang diterima rilis.id, Jumat (7/4/2018).

Pembentukan BPN sebagai regulator. Dengan fokus utama pada sisi hilirisasi. Sementara, dari sisi hulu, seperti peningkatan produksi, sistem budi daya pangan.

"Dan, sebagainya masih tetap di bawah naungan kementerian teknis terkait," ujar dia.

Akmal mengatakan, banyak kebijakan impor yang anomali pada kenyataan di lapangan. 

Sebagai contoh, di awal 2018, Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengimpor beras sebanyak 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand. Alasannya klasik, untuk mengamankan kebutuhan pangan dan menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

"Namun, banyak kejanggalan dan tanda tanya bagi masyarakat. Yang paling utama, mengapa pemerintah tiba-tiba melakukan impor beras di saat kondisi pangan terbilang stabil," ujarnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran, bahkan pernah menyampaikan tidak akan melakukan impor beras, setidaknya hingga pertengahan 2018 karena produksinya mencukupi.

Menurutnya, dengan terbentuknya BPN dengan segera, maka dapat menjadi pemersatu semua tugas dan fungsi yang ada di kementerian/lembaga menjadi melekat di lembaga pangan tersebut. 

Selain, agar BPN menjadi powerfull dari sisi otoritas, juga untuk mempersingkat rantai birokrasi yang begitu panjang dan tumpang tindih tugas dan fungsi selama ini.

Sumber: dpr.go.id


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)