logo rilis

Begini Rupanya Kronologis Penangkapan 9 Tersangka Suap Meikarta
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
16 Oktober 2018, 09:40 WIB
Begini Rupanya Kronologis Penangkapan 9 Tersangka Suap Meikarta
Komisioner KPK di ruang jumpa pers. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— KPK menjelaskan kronologi dugaan suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Dari infomasi masyarakat yang diterima KPK. Lalu, dilakukan penyelidikan sejak November 2017," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, seperti dilansir Antara kemarin.

Setelah dugaan transaksi antara pihak swasta dan penyelenggara negara terkonfirmasi, disertai bukti awal, kemudian diadakan lah OTT.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan sembilan tersangka diiduga sebagai pemberi, yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS).

Lalu, dua konsultan Lippo Group masing-masing Taryudi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP) serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

Sedangkan diduga sebagai penerima, yaitu Bupati Bekasi 2017-2022 Neneng Hassanah Yasin (NNY), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Jamaludin (J).

Melibatkan juga Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahor (SMN), Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati (DT).

Kemudian, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

"Tanggal 14 Oktober sekitar pukul 10.58 WIB, tim KPK mengidentifikasi adanya penyerahan uang dari T kepada NR. Setelah itu keduanya yang menggunakan mobil masing-masing berpisah," ucap Syarif.

Selanjutnya, lanjut Syarif, sekitar pukul 11.05 WIB di jalan di Area Perumahan Cluster Bahama, Cikarang, Jawa Barat, tim KPK mengamankan T setelah penyerahan uang.

"Di mobil T, tim menemukan uang sejumlah 90 ribu dolar Singapura dan Rp23 juta," kata Syarif.

Secara Paralel, sekitar pukul 11.00 WIB, tim KPK lainnya mengamankan FDP di kediamannya di Surabaya.

"Tim langsung menerbangkannya ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK," tuturnya.

Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 WIB, tim KPK kemudian mengamankan J di sebuah gedung pertemuan Bekasi.

"Selanjutnya sekitar pukul 15.49 WIB, tim amankan HJ di kediamannya di Bekasi," tambah dia.

Kemudian berturut turut hingga pukul 03.00 WIB dini hari ini tim mengamankan enam orang lainnya di kediaman masing masing di daerah Bekasi.

Yaitu SMN, DT, AB, D, K, dan S. Kemudian, semuanya langsung dibawa ke gedung KPK Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

Diduga Bupati Bekasi dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari pengusaha terkait pengurusan Perizinan Proyek Pembangunan Meikarta.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)