logo rilis
Begini Penjelasan Bawaslu soal Larangan Kampanye Kotak Kosong
Kontributor
Sukma Alam
19 April 2018, 01:30 WIB
Begini Penjelasan Bawaslu soal Larangan Kampanye Kotak Kosong
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Minahasa Tenggara— Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menegaskan, para pihak yang mendukung kotak kosong pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) dengan calon tunggal tidak diperkenankan untuk melakukan kampanye.

"Untuk kampanye yang dilakukan oleh kotak kosong itu tidak diperkenankan sesuai aturan. Termasuk dengan menggunakan alat peraga seperti pasangan calon," kata Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja di Minahasa Tenggara, Rabu (18/4/2018).

Masyarakat atau kelompok yang mendukung kotak kosong, kata dia, hanya diperkenankan untuk bersosialisasi, bukan berkampanye atau mengajak memilih kotak kosong.

"Yang diperkenankan yakni dalam bentuk sosialisasi, dengan materi yang seimbang dan tidak melakukan ajakan untuk memilih kotak kosong," katanya.

Menurutnya, para kelompok masyarakat yang ingin sosialisasikan kotak kosong agar tidak melakukan kampanye hitam terhadap pasangan calon.

Dia menambahkan, jika ada baliho seperti alat peraga kampanye dan dipasang di sejumlah tempat, pihak Panwas segera berkoordinasi dengan instansi terkait.

"Untuk baliho ajakan kotak kosong yang telah tersebar di Kabupaten Minahasa Tenggara ini, kami menyarankan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait lewat satuan polisi pamong praja," katanya.

Lebih lanjut, kata Rahmat, bagi masyarakat yang ikut dalam pengawasan Pilkada calon tunggal, dapat mendaftarkan diri sebagai pemantau pemilu.

"Sebenarnya ada ruang bagi masyarakat yang ingin mengambil bagian dalam pengawasan Pilkada ini dengan masuk menjadi tim pemantau dengan melaporkan diri ke pihak KPU," ujarnya.

Menurutnya, pemantau tersebut mempunyai hak yang diberikan untuk mengajukan permohonan sengketa Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Karena yang berhak mengajukan sengketa untuk Pilkada ini yakni tim kampanye dan tim pemantau. Selain itu tim pemantau ini bisa menyebar ke semua desa," katanya.

Berikut 15 daerah di Indonesia yang melawan kotak kosong di Pilkada serentak 2018.

1. Pilkada Kabupaten Tangerang, dengan pasangan calon Ahmed Zaki Iskandar-Mad Romli.

2. Pilkada Kota Tangerang, dengan pasangan calon Arief R Wismansyah-Sachrudin.

3. Pilkada Lebak, dengan pasangan calon Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi.

4. Pilkada Pasuruan dengan, pasangan calon Mohammad Irsyad Yusuf-Mujib Imron.

5. Pilkada Padang Lawas Utara, dengan pasangan calon Andar Amin Harahap-Hariro Harahap.

6. Pilkada Prabumulih, dengan pasangan calon Ridho Yahya-Andriansyah Fikri.

7. Pilkada Enrekang, dengan pasangan calon Muslimin Bando-Asman.

8. Pilkada Bone, dengan pasangan calon Andi Fahsar Mahdin Padjalangi-Ambo Dalle.

9. Pilkada Tapin, dengan pasangan calon Muhammad Arifin Arpan-Syafrudin Noor.

10. Pilkada Puncak, dengan pasangan calon Willem Wandik-Alus UK Murib.

11. Pilkada Jayawijaya, dengan pasangan calon Jhon Richard Banua-Marthin Yogobi.

12. Pilkada Mamasa, dengan pasangan calon Ramlan Badawi-Marthinus Tiranda.

13. Pilkada Mamberamo Tengah, dengan pasangan calon Ricky Ham Pagawak-Yonas Kenelak.

14. Pilkada Deli Serdang, dengan pasangan calon Ashari Tambunan-Ali Yusuf Siregar.

15. Pilkada Minahasa Tenggara, dengan pasangan calon James Sumendap-Jesaja Jocke Oscar Legi.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)