logo rilis
Begini Kronologis Penembakan Kader Gerindra
Kontributor
Tari Oktaviani
21 Januari 2018, 09:10 WIB
berita
Fernando Alan Wowor saat memayungi Ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. FOTO: Akun Facebook Gerindra

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Advokasi dan Hukum  Habiburokhman membenarkan kadernya yang bernama Fernando Alan Joshua Wowor ditembak oleh seorang pria diduga oknum polisi pada Sabtu (21/1/2018).

Dia pun mendapat keterangan dari rekannya, Rio Endika Putra. Malam itu mereka berencana membeli kue ke toko donat. Lalu karena parkiran penuh, mobil Fernando diarahkan oleh tukang parkir untuk parkir di depan ruko kosong.

Belum selesai parkir, tiba-tiba mobilnya dihadang oleh satu orang laki-laki muda berkendaraan motor gede merek BMW warna abu-abu. Pria itu kemudian mainkan gas motornya sambil berteriak kepada Fernando dan rekannya, "Motor ini harganya sama dengan mobil itu. Kamu yang mundur atau aku yang mundur?" ujar pria tersebut.

Salah satu temannya lagi yang bernama Arif kemudian turun memberikan pengertian, sambil menyarankan agar mengambil sebelah kiri mobil,  karena jalan lebar. Tiba-tiba pria bermotor itu malah makin naik pitam hingga mengacungkan pistol ke kaca depan mobil mereka.

"Saya pun turun, karena kondisi yang tidak kondusif saya berusaha mendinginkan dan melerai. Tapi bukannya makin dingin, malah semakin menjadi. Kemudian,  pistol itu diarahkan ke kepala Arif,  saya pegang tangannya saya berusaha kasih pengertian lagi," ujar Rio.

Meski begitu, pria berpistol tersebut justru makin marah hingga kemudian terjadi perebutan pistol. Tak lama, Rio dengan Fernando berhasil memiting leher pelaku sampai jatuh dari motor gedenya.

"Tiba-tiba, di saat saya fokus, ada orang tarik muka saya dari belakang sekaligus mencakar pipi saya. Akhirnya lepaslah saya dari usaha merebut pistol tadi dengan spontan saya balik badan. Lalu tiba-tiba "DOR" kawan saya Fernando Wowor tumbang," ujar Rio.

Lantaran memicu kegaduhan, Rio dan Arif pun dibantu warga. Setelah pistolnya berhasil diraih, si penembak kemudian dihajar massa. "Saya pungut magazine itu ternyata,  peluru asli. Saya panik dan  teriak-teriak minta pertolongan untuk mengangkat almarhum ke mobil dan dibawa ke RS Vania," kata Rio.

Tags
#Penembakan
#Gerindra
#Kader
#Prabowo
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)