logo rilis
Begini Komitmen Karolin Lestarikan 'Keriang Bandong' Kalbar
Kontributor
Kurniati
07 Juni 2018, 17:45 WIB
Begini Komitmen Karolin Lestarikan 'Keriang Bandong' Kalbar
Cagub Kalbar, Karolin ketika pertemuan bersama masyarakat. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Pontianak— Calon Gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa, berkomitmen untuk melestarikan seni budaya salah satunya 'Keriang Bandong' yang juga menjadi ciri khas kala Ramadan di provinsi itu.

Menurutnya, selain warisan dari para pendahulu, seni budaya juga dapat menjadi perekat dan modal penting untuk membangun manusia Kalbar yang berkarakter.

“Menurut saya, pembangunan itu bukan hanya fisik seperti jalan, jembatan dan lainnya. Namun kita juga harus membangun manusia. Nah, itu bisa dilakukan  melalui melestarikan seni budaya warisan nenek moyang,” kata Karolin usai melepas Festival Budaya Keriang Bandong di Komplek Pasar Global Jl. Tanjung Raya 2, Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak.

Ditemui Kamis (7/6/2018), 

Karolin menjelaskan, menjadi kewajiban generasi muda khususnya di provinsi Kalbar, untuk ambil bagian dalam melestarikan seni budaya. 
Seperti kegiatan festival Keriang Bandong yang dilakukan oleh perguruan Kilas Bayangan ini.

“Ini merupakan kegiatan seni budaya yang sangat positif. Saya sangat bangga dan mengapresiasi para pemuda di Kota Pontianak, yang terus melestarikan seni budaya. Ini sangat baik,” jelas Karolin.

Bagi Karolin, Keriang Bandong bukanlah hal yang aneh. Ia kerap melihatnya kala pawai dan di rumah warga yang Muslim, saat Ramadan memasuki malam ke-21.

“Khusus Keriang Bandong ini, saya ingat waktu kecil dulu sering melihatnya. Ini akan berdampak baik untuk pelestarian seni budaya tentunya,” pungkas Karolin. 
 

Keriang Bandong merupakan tradisi masyarakat di Kota Pontianak, yang berupa penyalaan sejenis obor dari bambu kecil yang diberi sumbu dan diletakkan di halaman rumah-rumah pada malam hari sepanjang bulan Ramadan. 


Kata 'Keriang Bandong' diambil dari sejenis hewan serangga yang menyukai cahaya. 

Sedangkan kata 'bandong' diambil dari kata berbondong-bondong karena kebiasaan keriang yang selalu datang berbondong-bondong mendatangi pusat cahaya.
 


500
komentar (0)